Terkait Bantuan Warga Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Wawako Solok

Wakil Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra menjawab pandangan farksi DPRD Kota Solok
Wakil Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra menjawab pandangan farksi DPRD Kota Solok (Prokomp)

Solok Kota, Klikpositif - Bantuan untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) menjadi sorotan bagi DPRD Kota Solok . Fraksi Golkar menilai, ada ketimpangan dalam penyaluran bantuan terhadap masyarakat yang Isoman.

Menjawab persoalan itu, Wakil Wali Kota Solok , Dr. Ramadhani Kirana Putra menjelaskan, awalnya pemerintah Kota Solok sudah mengalokasikan bantuan bagi masyarakat yang menjalani Isoman lantaran terpapar Covid-19.

baca juga: HDI 2021, H. Irzal Ilyas Minta Pemda Berikan Perhatian Terhadap Kaum Disabilitas

"Awalnya, bantuan bagi masyarakat yang Isoman itu berasal dari sumbangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Solok ," terang Wawako Solok saat menjawab pandangan fraksi DPRD Kota Solok , Kamis (5/8/2021).

Mulanya, masyarakat yang menjalani isoman diberikan bantuan senilai Rp200 ribu per paket per empat hari. Tidak hanya itu, masyarakat yang sudah sembuh dari Covid-19 juga diberikan bantuan senilai Rp1 juta.

baca juga: Mengapa Varian Baru Virus Corona Dinamakan Omicron? Ini Penjelasannya

Namun, ulas Dhani, setelah dana bantuan dari ASN itu habis, maka dilanjutkan bantuan dari Dinas Sosial Kota Solok dan dananya diambilkan dari pos bantuan BKD kota Solok melalui anggaran dana tak terduga.

"Hingga Maret 2021, seluruh masyarakat yang terpapar Covid-19 telah dibantu dengan mengacu pada surat keterangan dari Dinas Kesehatan Kota Solok ," terang Dhani.

baca juga: Ini Ketentuan Biaya RT-PCR yang Hasilnya Selesai Lebih Cepat

Akan tetapi, bantuan yang diberikan tersebut menjadi temuan dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan tidak bisa lagi dilanjutkan untuk semua lapisan masyarakat yang terpapar Covid-19.

Bantuan hanya bisa disalurkan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dalam penyalurannya tetap berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

baca juga: Strategi Satgas COVID-19 Cegah Masuknya Varian Omicron ke Indonesia

Pada Juli 2021, Pemerintah Kota Solok juga menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bantuan beras Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 5 ribu lebih keluarga di Kota Solok .

Bantuan Sosial Tunai, diberikan bagi 4.339 keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementrian sosial. Masing-masing dibantu Rp300 ribu per bulan, ditambah bantuan beras 10 Kilogram.

Sementara itu, sebanyak 1.270 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diberikan bantuan beras masing-masing 10 Kilogram. Bantuan diserahkan langsung petugas dari Dinas Sosial Kota Solok .

Editor: Syafriadi