Yusuf Lubis : Program Penanggulangan Kemiskinan Belum Tepat Sasaran

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis
Bupati Pasaman, Yusuf Lubis (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN , KLIKPOSITIF -- Bupati Pasaman , Yusuf Lubis mengatakan program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan belum sepenuhnya tepat sasaran.

‎"Program kemiskinan, seperti Raskin, Jamkesmas, PKH, KUR dan lain sebagainya ternyata belum mampu mengentaskan kemiskinan. Hal itu disebabkan banyak program tidak tepat sasaran," kata Yusuf Lubis saat membuka Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) tahun 2016, di Gedung Syamsiar Thaib, Kamis, 1 Desember 2016.

baca juga: Subuh-subuh, Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Pasaman

Akibatnya, masyarakat pra-sejahtera belum menerima manfaat dari program yang tersedia, walaupun realitanya mereka layak menjadi penerima program tersebut. 

Kedepan ia berharap program penanggulangan kemiskinan harus jelas, tujuan, sasaran dan hasilnya sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan juga harus tepat sasaran, jelas dan terukur.

baca juga: Menteri KP Ingin Tingkatkan Budidaya Ikan Air Tawar di Pasaman

‎Menurutnya, berdasarkan data statistik beberapa tahun terakhir, tingkat kemiskinan di Kabupaten Pasaman mengalami penurunan, yakni 10,96 persen pada tahun 2010 lalu menjadi 7,6 persen pada 2014.

"Namun, pada tahun 2015 lalu, angka kemiskinan di Pasaman mengalami kenaikan menjadi 8,14 persen. Angka ini masih berada diatas angka kemiskinan Provinsi Sumbar," sebutnya.

baca juga: Bus Rombongan Pesta dari Pasbar Alami Kecelakaan di Pasaman, Satu Penumpang Meninggal Dunia

‎Untuk meningkatkan akurasi dalam menetapkan sasaran penerima program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, pemerintah pusat telah melakukan Pemutakhiran Basis Data Terpadu Rumah Tangga Sasaran Perlindungan Sosial oleh BPS dan diolah oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada 2015 lalu. 

‎Terkait dengan itu ia minta agar pihak terkait dalam pemerintahan untuk menggunakan Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2015 sebagai sumber data tunggal untuk menentukan dan menetapkan sasaran penerima program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan. 

baca juga: Mahyeldi Ajak Seluruh Komponen Semangat Selesaikan Pembangunan Masjid

"Berdasarkan BDT 2015 jumlah individu dan RTS program perlindungan sosial di Kabupaten Pasaman sebanyak 111.140 jiwa dengan 25.504 rumah tangga. Dari data itu sebanyak 40 persen masyarakat Pasaman masih membutuhkan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Ini tantangan bagi kita untuk menanggulanginya," tutur Yusuf.

‎Pemkab Pasaman juga tengah mengembangkan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), dimana Kabupaten Pasaman menjadi pilot project bersama 50 kabupaten/kota di Indonesia.‎ Makanya dibutuhkan komitmen untuk mensukseskan penurunan angka kemiskinan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pusat, provinsi, daerah, sektor swasta serta masyarakat secara menyeluruh dan berkesinambungan. 

[Man St Pambangun]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa