Wako Solok Sampaikan 4 Usulan Ranperda ke DPRD

Wali Kota Solok, H. Zul Elfian menyampaikan Nota Pengantar Ranperda dalam sidang paripurna DPRD
Wali Kota Solok, H. Zul Elfian menyampaikan Nota Pengantar Ranperda dalam sidang paripurna DPRD (Prokomp)

Solok Kota, KLIKPOSITIF - Wali Kota Solok , H. Zul Elfian Umar, menyampaikan empat usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada DPRD untuk dijadikan produk hukum daerah.

Nota pengantar Ranperda disampaikan dalam sidang paripurna, Kamis (18/3/2021) di ruang sidang utama DPRD kota Solok. Sidang dipimpin langsung ketua DPRD, Hj. Nurnisma.

baca juga: Pengurus GOW Kota Solok Periode 2021-2026 Dilantik

Turut hadir, Wakil Ketua DPRD Kota Solok , Efriyon Coneng, Bayu Kharisma, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) beserta seluruh anggota DPRD Kota Solok .

Empat Ranperda yang disusulkan Wali Kota Solok diantaranya, Ranperda Retribusi Jasa Umum, Retribusi Jasa Usaha, Susunan dan Nomenklatur Perangkat Daerah, serta Ketahanan Pangan.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

Menurut Wali Kota Solok , dengan adanya usulan Ranperda Retribusi Jasa umum dan jasa usaha diharapkan adanya perubahan tarif retribusi, sehingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Dengan peningkatan PAD maka pelayanan pemerintah kepada masyarakat akan semakin maksimal, untuk kemajuan Kota Solok ," ungkap Wako Solok.

baca juga: Sekda Kota Solok Jalani Vaksinasi Covid-19

Terkait Ranperda Susunan dan Nomenklatur Perangkat Daerah, dijelaskan Wako, Dinas Kesehatan Kota Solok akan naik status dari Tipe C menjadi tipe B.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak yang saat berada di Bagian Kesra Setda Kota Solok akan dipindahkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (P3A).

baca juga: Akrab Dengan Teknologi, Anak Muda Punya Peluang Besar Mengembangkan Usaha

"Kita usulkan perubahan nama menjadi Dinas pemberdayaan masyarakat, perempuan dan perlindungan anak," beber Zul Elfian.

Untuk ranperda ketahanan pangan, diusulkan untuk melahirkan regulasi untuk memperkuat upaya pemenuhan ketersediaaan pangan dan kemudahan akses, dan keamanan pangan.

"Seperti diketahui, ketahanan pangan sangat penting karena kebutuhan dasar manusia. Untuk itu perlu ketersediaan akses dan keamanan pangan di daerah, Aktif dan produktif secara berjelanjutan," tutupnya.

Editor: Syafriadi