Kota Solok Gali Kerjasama Pengembangan Roadmap Inovasi dan RIK dengan LAN RI

Wali Kota Solok, H. Zul Elfian bertemu Kepala LAN RI
Wali Kota Solok, H. Zul Elfian bertemu Kepala LAN RI (Prokomp)

KLIKPOSITIF - Pemerintah kota Solok, Sumatra Barat terus menggali kerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia untuk pengembangan Roadmap Inovasi dan Rencana Induk Kelitbangan (RIK).

Menjajaki hal tersebut, Wali Kota Solok , H. Zul Elfian Umar bersama jajaran melakukan audiensi dengan Lembaga Administrasi Negara di Kantor LAN RI , Jalan Veteran Jakarta Pusat, Rabu (17/3/2021).

baca juga: Pengurus GOW Kota Solok Periode 2021-2026 Dilantik

Wako dan rombongan langsung diterima kepala LAN RI , Dr. Adi Suryanto, yang didampingi Sestama LAN, Dra. Reni Suzana, Deputi I Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, Deputi II Bidang Kajian dan Inovasi Manajemen ASN Bidang Kajian dan Inovasi Manajemen ASN Dr. Agus Sudrajat dan jajaran.

Wali Kota Solok pada kesempatan itu menyampaikan, pengembangan inovasi di kota Solok selama ini tidak terlepas dari bimbingan LAN, bahkan inovasi yang dilakukan kota Solok mendapat perhatian secara nasional.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

"Model Laboratorium Inovasi telah menjadi acuan bagi Kota Solok dalam mengembangkan berbagai inovasi daerah. Bahkan model Laboratorium Inovasi dimodifikasi dan terus dikembangkan agar hasilnya maksimal," kata Zul Elfian.

Dikatakan Wako Solok, sebagai mitra kerja LAN, Kota Solok terus berbenah agar ekosistem inovasi tetap terjaga, dan inovasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan.

baca juga: Sekda Kota Solok Jalani Vaksinasi Covid-19

Semenjak dimulainya kerjasama dengan LAN-RI pada tahun 2017 yang lalu melalui pengenalan dan penerapan model Laboratorium Inovasi, telah menghantarkan nama Kota Solok menerima berbagai penghargaan Inagara Awards dari LAN, Innovative Government Award dari Kemendagri pada tahun 2018 dan 2020.

Tidak hanya apresiasi dari Pemerintah, dari swasta pun ikut mengakui inovasi yang telah dilakukan, diantaranya penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) tahun 2019 dan The Best Innovation in Local Wisdom pada ajang Indonesia Visionary Leader (IVL) di tahun 2020 dari MNC Grup.

baca juga: Akrab Dengan Teknologi, Anak Muda Punya Peluang Besar Mengembangkan Usaha

Disebutkan Zul Elfian, program-program inovasi Kota Solok telah mampu berdampak positif terhadap kemajuan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan yang dilakukan.

"Di bidang Pengentasan Kemiskinan, kita ada inovasi Pesan Kebawah, Inovasi Gaung Masjid, dan Inovasi Gebuk Sakuku, secara tidak langsung ikut berkontribusi menurunkan jumlah KK miskin di Kota Solok ," terangnya.

Bahkan, angka kemiskinan yang pada tahun 2016 ada di angka 3,5%, pada tahun 2019 turun drastis menjadi 0,98%. Hasil itu semakin mendorong Pemko Solok untuk melahirkan inovasi lainnya.

"Tahun 2021 ini, untuk menambah variasi inovasi di bidang Pengentasan Kemiskinan akan ada inovasi baru yakni Peduli Beras bagi Saudaraku yang Kurang Mampu (Peras Sakuku), dari beras yang ditanak setiap harinya, disisihkan satu genggam, dikumpulkan, dan per bulannya didistribusikan," tutur Wako.

Menanggapi hal itu, Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, sangat mengapresiasi atas keseriusan Pemerintah Kota Solok untuk berinovasi. Hal tersebut, katanya, tidak terlepas dari keseriusan kepala daerah.

"Jika perlu untuk memotivasi aparatur hingga OPD berinovasi selayaknya, disediakan reward. Kapan perlu jadikan inovasi sebagai basis untuk pertimbangan promosi jabatan," sarannya.

Adanya inovasi-inovasi yang berbasis kearifan lokal, terutama terhadap inovasi-inovasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti Gebuk Sakuku dan Peras Sakuku sangat bagus untuk terus dikembangkan.

Menurut Adi Suryanto, Inovasi dan kelitbangan itu adalah dua sisi mata uang. Inovasi dan kelitbangan direncanakan dari program-program strategis RPJM.

"Inovasi-inovasi yang ada hendaknya memiliki nilai jual, bahkan jadikan inovasi sebagai destinasi wisata, sebagai rujukan pembelajaran bagi mahasiswa" pungkasnya.

Editor: Syafriadi