Cerita Dibalik Suksesnya LPSE Sawahlunto

Suasana kantor LPSE Sawahlunto.
Suasana kantor LPSE Sawahlunto. (KLIKPOSITIF)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Tim pengelola LPSE Kota Sawahlunto terdiri dari admin, trainer, helpdesk dan verifikator. Setiap anggota tim memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, namun tujuannya sama yaitu memastikan system ini berjalan sesuai dengan target yang ingin di capai, yaitu Proses Pengadaan yang terjamin transparansi dan akuntabilitasnya.

Terjaminnya keamanan sistem pelayanan menjadi salah satu poin penilaian meraih penghargaan National Procurement Award 2016 yang diraih oleh LPSE Sawahlunto. Admin LPSE tentunya menjadi tokoh penting untuk menjaga keamanan sistem LPSE kota Sawahlunto agar berjalan dengan baik.

baca juga: LPSE Sawahlunto Diusulkan Sebagai Pilot Project E-Katalog Lokal

Karena itulah admin dianggap memiliki risiko pekerjaan tertinggi dibanding tim lainnya, karena bertanggungjawab penuh terhadap berjalannya layanan dengan baik. Menurut cerita salah satu admin LPSE Sawahlunto, Rido, dia harus menjaga server dari serangan-serangan yang mungkin saja muncul untuk mengacaukan system.

Serangan akan berpotensi menyebabkan kondisi error hingga kehilangan data. Inilah yang paling ditakutkan Rido, khususnya pada saat proses lelang sedang berlangsung, karena akan menyebabkan penyedia akan kesulitan mengakses layanan. "Terkadang saya harus bekerja hingga larut malam untuk mengecek server," kenangnya.

baca juga: Raih Penghargaan Bergengsi, Ali Yusuf Apresiasi LPSE Sawahlunto

Beruntung LPSE Sawahlunto saat ini sudah dilengkapi dengan infrastruktur atau sarana dan prasana yang memadai, khususnya terkait pengamanan server, seperti pengadaan ruang server yang jauh dari akses public, keberadaan CCTV di ruangan server dan akses masuk menuju ruang server.

Selain itu, untuk menjaga agar server tidak mati, juga tersedia genset dengan kapasitas yang memadai serta dilengkapi UPS. Bahkan, petugas yang diijinkan masuk ke ruang server pun dibatasi dengan menerapkan security lock yang berbasis finger print. "Peralatan dan sistem anti virus juga selalu di upgrade sehingga layanan terjamin keamanan," kata Rido.

baca juga: Raih National Procurement Award 2016, Ini Yang Dilakukan LPSE Sawahlunto

Menjaga server tidak menjadi satu-satunya poin penting menjaga keamanan layanan di LPSE Sawahlunto. Memastikan semua pihak yang terkait dengan layanan LPSE, memanfaatkan layanan ini dengan baik dan benar, juga menjadi kunci berjalannya sistem dengan aman.

Karena itulah, dibutuhkan seorang trainer, yang bertugas melakukan pendampingan dan pelatihan aplikasi system pengadaan secara elektonik (SPSE). Pelatihan diberikan kepada pengguna layanan seperti pejabat pembuat komitmen, Pokja unit layanan pengadaan, penyedia barang dan jasa serta auditor atau pemeriksa.

baca juga: Sawahlunto Raih National Procurement Award 2016

Seorang trainer bernama Helmi mengatakan, dia harus memastikan pengguna memahami system lelang, cara ikut tender, cara masuk dalam system sehingga proses pengadaan berjalan dengan baik. Terkadang trainer harus ikut memandu pengguna layanan agar tidak terjadi kesalahan data.

[Welly Adia]

Penulis: Agusmanto