Dalami Pencegahan Narkoba, DPRK Aceh Utara Belajar ke Kota Solok

Sharing Informasi DPRK Aceh Utara dan Pemko Solok
Sharing Informasi DPRK Aceh Utara dan Pemko Solok (Prokomp)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -Dalami soal pencegahan kasus Narkoba dan Kampuang anti Narkoba, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara melakukan kunjungan kerja ke pemerintah kota Solok , Sumatra Barat, Selasa (19/1/2021).

Kedatangan DPRK Aceh Utara yang turut didampingi sekretaris dewan, Nyak Tiari disambut langsung Wakil Wali Kota Solok , Reinier dan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nova Elfino dan OPD terkait di Bappeda kota Solok .

baca juga: Wako dan Wawako Terpilih Kota Solok Ikuti Gladi Resik Pelantikan

Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali mengatakan, pihaknya di Aceh Utara masih sedikit kawalahan melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Apalagi, Aceh Utara termasuk daerah yang cukup luas di Indonesia, terdiri dari 27 Kecamatan dan 850 desa dengan jumlah penduduk lebih kurang 619.407 jiwa.

baca juga: Sempat Melandai, Kasus Harian Covid-19 di Kota Solok Kembali Naik

"Kami masih merasa kurang dalam penanganan narkoba, mudah-mudahan banyak yang bisa kami adopsi untuk Aceh Utara nantinya," ungkap Arafat Ali.

Pihaknya menilai, kota Solok cukup berhasil dalam pencegahan dan penanganan kasus Narkoba, apalagi dilihat letak geografisnya, memiliki potensi resiko yang tinggi.

baca juga: Belajar Desain Otodidak, Pemuda Solok Ini Sukses Kembangkan Bisnis dengan Buka Distro Kaos Sendiri

DPRK Aceh Utara juga sangat tertarik dengan pola pencegahan dengan membantuk kampung anti Narkoba yang dilakukan oleh kota Solok di setiap kelurahan, dengan melibatkan unsur masyarakat.

"Dengan adanya posko, semakin terlihat kepedulian terhadap generasi muda dari ancaman narkoba. apabila kita tidak perduli dengan anak kemenakan kita maka akan hancurlah generasi penerus kita" pungkasnya.

baca juga: Mantan Wakil Bupati Solok Elfi Sahlan Ben meninggal dunia.

Menanggapi hal itu, Nova Elfino menjelaskan, kota Solok berada di persimpangan utama jalur lintas sumatera. Sehingga potensi peredaran narkoba juga sangat tinggi.

"Kota Solok terdiri dari 2 kecamatan yakni Kecamatan Lubuk Sikarah dan Kecamatan Tanjung Harapan dengan luas wilayah 57,64Km," ungkap Niva Elfino.

Menurutnya, kampung anti narkoba sudah dilakukan sejak tahun 2018 di kota Solok . Seluruh kelurahan dibentuk kampung anti narkoba yang sifatnya partisipatif.

"Kampung anti narkoba merupakan langkah dalam melibatkan seluruh elemen, terutama masyarakat untuk aktif mencegah penyebaran dan penyalahgunaan narkoba," tutupnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Khadijah