Matangkan Persiapan Pilkada, Pjs. Wako Solok Vidcon dengan KPU-RI

Pjs. Wako Solok, Asben Hendri saat Vidcon bersama KPU-RI dan Mentri terkait
Pjs. Wako Solok, Asben Hendri saat Vidcon bersama KPU-RI dan Mentri terkait (Ist)

SOLOK KOTA , KLIKPOSITIF -Mematangkan persiapan jelang Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Solok , Asben Hendri Mengikuti Video Conference (Vicon) dengan pihak KPU-RI, Senin (23/11/2020).

Dalam Vidcon yang dilakukan di kantor Balaikota Solok itu, juga dihadiri oleh seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan ketua KPU Kota Solok , Asraf Danil.

baca juga: Keluhkan Anosmia, Dokter Asal Kota Solok Positif Covid-19

Vidcon itu terhubung dengan Mendagri, Tito Karnavian, Menko Polhukam Mahfud MD, Kepala BNPB Pusat Doni Monardo, Ketua Bawaslu RI Abhan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan Menteri terkait lainnya.

Menurut ketua KPU RI, Arief Budiman, pihaknya menyiapkan 6

baca juga: Teganya, Pria di Kabupaten Solok Ini Cabuli Anak Tirinya Sendiri

strategi guna meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilihan serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Salah satunya, KPU mengupayakan agar 9 Desember 2020 menjadi hari libur nasional melalui penerbitan Keputusan Presiden agar tingkat partisipasi pemilih untuk datang dapat sesuai target nasional 77,5%.

baca juga: Alami Beragam Gejala, Enam Warga Kota Solok Positif Covid-19

Kemudian, mengatur jadwal sebaik mungkin karena keterbatasan anggaran agar dapat menjangkau kelompok-kelempok pemilih yang tepat, Menjaga netralitas dan independensi selaku penyelenggara pemilihan 2020.

"Metode kegiatan atau tahapan Pilkada disesuaikan dengan kondisi dan regulasi yang diatur sesuai kondisi di saat pandemi Corona Virus Desease 2019," terangnya.

baca juga: MK Putuskan Pilkada Kota Solok Tidak Masuk PHPU, KPU Tetapkan Paslon Terpilih

Selanjutnya, Penyelenggara bakal memasifkan sosialisasi. Namun diingatkannya untuk berhati-hati dalam memuat konten sosialisasi kegiatan dalam hal teks, suara, gambar, video, desain, simbol-simbol. Dengan diksi atau tata bahasa yang aman untuk digunakan.

"Seluruh unsur penyelenggara harus selalu mengedepankan protokol kesehatan dalam seluruh kegiatan dan penyelenggara dapat menjaga kesehatan di sisa waktu yang tersisa," himbaunya.

Sejumlah perubahan dilakukan di TPS guna menghindari penyebaran virus Corona. Maksimal pemilih hanya 500 orang per TPS, wajib pakai masker, KPPS harus dalam keadaan sehat, cek suhu tubuh, menggunkan sarung tangan.

Kemudian dilarang berdekatan, menggunakan pelindung wajah, disinfeksi TPS, Tidak Bersalaman, menggunakan alat tulis sendiri, tinta yetes, bilik khusus (Kalau ada suhu tubuh diatas 37,3), tisu kering, dan fasilitas mencuci tangan.

Menurut Pjs. Wako Solok , Pemko dan KPU kota Solok sudah melakukan simulasi terkait pelaksanaan pungut hitung di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai dengan regulasi KPU-RI.

"InshaAllah aman, semuanya akan disiapkan dengan mengacu pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19," terang Asben Hendri.

Penulis: Syafriadi | Editor: Khadijah