Jasman Rizal Prihatin dengan Kondisi Personil Satpol PP dan Damkar Solsel

Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal memegang tongkat komando saat apel bersama Satpol-PP dan Damkar daerah itu.
Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal memegang tongkat komando saat apel bersama Satpol-PP dan Damkar daerah itu. (Ist)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Setelah sebelumnya sempat kesal, Pjs Bupati Solok Selatan Jasman Rizal akhirnya merasa prihatin mengetahui kondisi dan realita yang dihadapi personil Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) daerah itu.

Kekekesalan Jasman tersebut disebabkan Pelaksanaan apel bersama Satpol-PP dan Damkar yang semula dijadwalkan dimulai pukul 08.00 pagi tersebut, molor dari jadwal yang ditentukan. Padahal Dia sendiri telah hadir di lapangan, namun belum terlihat kesiapan Satpol PP dan Damkar untuk melaksanakan apel.

baca juga: Dinkes Solsel Sebut Vaksin Diperlukan untuk Membentuk Kekebalan Kelompok Terhadap Virus Covid-19

Selain itu atribut pakaian dari beberapa personil Satpol PP dan Damkar terlihat tidak lengkap, seperti peci, dan atribut lainnya.

"Terkait masalah disiplin perlu diperbaiki. Tadi saya jam 8 pas sampai disini, namun apel belum siap untuk dilaksanakan. Ini menjadi catatan bagi Pak Kasat dan para komandan regu untuk meningkatkan disiplin ini. Termasuk disiplin dalam atribut berpakaian," kata Jasman meluahkan kekesalannya.

baca juga: Setelah Geledah Dinas PU, Tim Kejari Lanjutkan Penggeledahan Ke Kantor BPKD Solsel

Namun, setelah mendapatkan gambaran tentang situasi dan kondisi yang dihadapi personil di lapangan, pihaknya akhirnya bisa memahami kondisi tersebut.

"Awalnya saya sedikit kesal melihat kondisi ini. Namun disisi lain, terus-terang saya terenyuh melihat beberapa persoalan yang ada, termasuk masalah kesejahteraan tenaga kontrak daerah yang jauh dari layak. Ini persoalan pokok bagi saya, termasuk tidak adanya dukungan pengadaan pakaian seragam yang lengkap. Saya tidak bisa menyalahkan saudara semua. Tadinya saya akan suruh push up pagi ini, tapi akhirnya saya kasihan juga. Namun yang penting, semangat jangan sampai kendor," ujarnya menyemangati.

baca juga: Satu Koper Berisi Dokumen Dibawa Tim Kejari Usai Geledah Ruang Dinas PU Solsel

Selanjutnya, Jasman langsung menyampaikan dukungannya untuk anggaran operasional pelaksanaan tugas-tugas Satuan Satpol PP dan Damkar tersebut.

Jasman juga memerintahkan Sekdakab selaku Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk mengkaji dan menganggarkan beberapakebutuhan yang diperlukan Satpol PP dan Damkar

baca juga: FLASH: Kejari Geledah Kantor PU Solsel

"Pak sekda, mumpung saat ini masih pembahasan APBD 2021, tolong anggarkan pelatihan dan kebutuhan lain buat aparatur Satpol PP dan Damkar ini, agar dapat melaksanakan tugas dengan baik. Hal ini penting. Apalagi penegakan perda di tengah masyarakat sangat dipengaruhi oleh peran dari Satpol PP. Bagaimana mereka bekerja maksimal jika pakaian saja tidak lengkap, dan anggaran operasional jauh dari kata memadai," ujarnya menginstruksi.

Jasman juga mengapresiasi atas kinerja dan semangat Satpol PP dan Damkar, yang terus bekerja di tengah keterbatasan yang dimiliki.

Sementara itu, Kasatpol PP dan Damkar Epli Rahmat mengatakan bahwa peningkatan kapasitas para personil diakui belum maksimal, dikarenakan ketiadaan anggaran untuk pelatihan untuk personilnya.

Termasuk menurutnya kurangnya alokasi anggaran operasional sehingga kegiatan penindakan dan penegakan perda belum berjalan secara maksimal.

Untuk itu, Epli menyampaikan permohonannya kepada Pjs Bupati agar Satpol PP dan Damkar diberikan kesempatan untuk memperbaiki struktur anggaran dan tambahan anggaran sedikit saja untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dia mengungkapkan saat ini PNS pada Satpol PP dan Damkar berjumlah 35 orang, TKD pada Pol PP 120 orang, dan TKD Damkar sebanyak 80 orang.

"Untuk gaji TKD pada Pol PP sebesar Rp 750 rb/bln, ditambah dengan uang piket dan transportasi bagi tenaga damkar," katanya

Sedangkan peralatan damkar katanya, baru memiliki mobil damkar 4 unit mobil dalam kondisi bagus, serta 1 unit mobil lainnya dalam keadaan rusak.

"Saat ini kita baru punya 4 mobil damkar, sedangkan kecamatan di Solok Selatan sendiri berjumlah 7 kecamatan, sehingga mobil damkar ini perlu kita upayakan penambahannya," jelasnya.

Editor: Khadijah