Peringati Hari Santri Nasional, Guru dan Santri MTI Ashabul Kahfi Pessel Gelar Zikir dan Salawatan

Sela kegiatan zikir dan salawatan para guru dan murid Ponpes MTI Ashabul Kahfi di Pessel
Sela kegiatan zikir dan salawatan para guru dan murid Ponpes MTI Ashabul Kahfi di Pessel (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Majelis guru dan para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Ashabul Kahfi Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat peringati Hari Santri dengan zikir serta salawatan, Kamis 22 Oktober 2020.

Pimpinan Ponpes MTI Ashabul Kahfi, Heru Kisnanto menyebutkan, pada tahun ini banyak hal yang harus menjadi dasar untuk selalu berzikir dan bersalawat, tidak hanya soal merayakan dan besar hari santri saja tetapi juga soal masa sulit yang dialami rakyat dan negara hari ini.

baca juga: Jelang Masa Tenang, Bawaslu Pessel Ingatkan Paslon Tidak Lakukan Ini

"Semoga dengan zikir dan salawat, tujuan dan harapan hari santri menjadi tercapai dan beratnya masa pandemi hari ini bisa cepat berlalu," ungkap Heru Kisnanto yang memimpin zikir dan salawat saat itu.

Ponpes MTI Ashab Kahfi adalah salah satu lembaga pendidikan agama swasta yang baru berdiri Juni 2018, dan saat ini sudah mulai berkembang dan menerapkan pembelajaran kitab kuning dan materi pembelajaran agama.

baca juga: Hari Ini Total Kasus COVID di Pessel Capai 763 Orang

Zikir dan salawatan digelar di musala setempat. Saat itu, selain zikir dan salawat, para santri juga membaca surat alquran bersama.

"Kami dari Ashabul Kahfi dan mewakili suara santri ingin untuk kebaikan Indonesia. Baik dan sejahtera untuk rakyat Indonesia," ujarnya.

baca juga: Di Tengah Pandemi, KPU Pessel Siagakan Petugas Berbaju Hazmat Untuk Pemilih Khusus

Diketahui, Hari Santri Nasional (HSN) jatuh ditetapkan setiap tanggal 22 Oktober. Peringatan ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid IstiqlalJakarta. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santrimerebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama.

Sebagaimana, 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KHHasjim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islamuntuk berperang (jihad) melawan tentaraSekutu yang ingin menjajah kembali wilayahRepublik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

baca juga: Diduga Langgar Netralitas, Satu PNS dan Wali Nagari di Pessel Dilaporkan ke Bawaslu

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi