Pemko Solok Dorong Pengembangan Produk Turunan Minyak Atsiri

Wawako Solok Reinier berikan motivasi pada peserta Bimtek Wirasuaha IKM turunan Minyak Atsiri Sumbar
Wawako Solok Reinier berikan motivasi pada peserta Bimtek Wirasuaha IKM turunan Minyak Atsiri Sumbar (Humas dan Protokol Pemko Solok)

KLIKPOSITIF - Pemerintah kota (Pemko) Solok mendukung penuh pengembangan produk minyak atsiri dan turunannya yang dilakukan oleh berbagai pihak, hal ini bisa meningkatkan kualitas produk sehingga lebih bernilai tinggi dan mampu bersaing di pasaran.

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota (Wawako) Solok , Reinier saat menghadiri bimbingan teknis produk Bagi Wirausaha IKM Turunan Minyak Atsiri Yang Terdampak Covid-19, di Hotel Imelda Kota Padang, Senin (13/7).

baca juga: Musala Al-Muhajirin Kota Solok Beralih Status Menjadi Masjid

Menurut Reinier, Minyak atsiri punya potensi besar untuk menjadi komoditi unggulan dalam pengembangan pertanian dan perekonomian daerah serta petani. Nyaris seluruh daerah di Sumbar cocok untuk pengembangan tanaman penghasil minyak Atsiri.

"Kita yakin, dengan adanya pengembangan terhadap turunan-turunan minyak atsiri ini akan semakin menambah nilai dari produk yang dihasilkan dan semakin menggairahkan para petani kita," terangnya.

baca juga: Seorang Santri Ponpes di Kota Solok Positif COVID-19

Dikatakannya, di kota Solok sendiri, dalam beberapa tahun terakhir produksi sereh wangi terus menunjukkan peningkatan. Tahun 2018 produksi sereh wangi mencapai lebih kurang 103 ton dengan luas tanam mencapai 40 hektar lebih.

Jumlah tersebut menurutnya cukup menggembirakan dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 84 ton. Konsentrasi penanaman sereh wangi tersebar di sejumlah kelurahan, tiga kelurahan cukup tinggi.

baca juga: Mau Berangkat ke Batam, Satu Warga Muaro Paneh Solok Terdeteksi Positif COVID-19

"Ada tiga kelurahan dengan produksi sereh wangi yang signifikan diantaranya kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah dan kelurahan Kampung Jawa dan Laing di kecamatan Tanjung Harapan," terangnya.

Kendati sangat menjanjikan, Pihaknya juga meminta perhatian dari pihak provinsi dan juga lembaga penelitian untuk mendorong pengembangan produk olahan atau turunan minyak atsiri sehingga bisa terjamin kualitasnya.

baca juga: Budayakan Olahraga, Pemko Solok Inisiasi Program Jumat Bersepeda

"Sereh wangi dan minyak Atsiri bisa menjadi alternatif untuk lahan tidur di berbagai daerah dan menjadi penghasilan utama bagi petani, sehingga angka kemiskinan akan semakin menurun," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar, Asben Hendri mengatakan, minyak atsiri saat ini sedang menjadi primadona baru, ditengah masyarakat dan petani.

"Minyak atsiri salah satu bahan baku yang digunakan untuk sterilisasi dalam mengantisipasi pandemi Covid-19. Produk turunan minyak atsiri bisa dijadikan disinfektan, serta hand sanitizer, parfum dan kosmetik," sebutnya.

Bimtek yang digelar Pemerintah Provinsi Sumbar itu diikuti 16 orang dari IKM penghasil minyak atsiri, termasuk dua IKM dari kota Solok . Bimtek dilakukan selama empat hari dari 13-16 Juli 2020 sampai 16 Juli 2020 dengan pemateri dari berbagai unsur.

Editor: Khadijah