Alih Fungsi Lahan Mengintai Sawah Solok, Wagub Sumbar: Pertegas Perda

Wagub Sumbar, Nasrul Abit, Dandim 0309/Solok serta Pejabat Pemko Solok panen padi di Sawah Solok
Wagub Sumbar, Nasrul Abit, Dandim 0309/Solok serta Pejabat Pemko Solok panen padi di Sawah Solok (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur (Wagub)Sumatra Barat, Nasrul Abit mengingatkan pemerintah kota dan kabupaten Solok terhadap ancaman alih fungsi lahan pertanian menjadi areal bangunan. Produksi Bareh Solok harus tetap diprioritaskan.

Bukan tanpa alasan, Nasrul Abit menjelaskan, melihat perkembangan kota dan kabupaten Solok yang semakin melonjak jumlah penduduknya, secara tidak langsung, kebutuhan akan areal perumahan dan pertokoan juga semakin meningkat.

baca juga: Pulang Kampung ke Solok, Audy Joinaldy Silaturahmi dengan Pers

"Rasa khawatir akan selalu muncul, jikalau pesatnya pembangunan akan terus menggerus areal persawahan," ungkap Nasrul Abit saat panen raya simbolis padi, Senin (29/6/2020) di kawasan Sawah Solok , kelurahan Sinapa Piliang.

Areal persawahan yang ada di kawasan pinggiran jalan lintas sangat rentan terhadap alih fungsi lahan. Selain strategis, nilai atau potensi ekonominya juga tinggi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk mencegahnya.

baca juga: Pulang dari Palembang, Warga Solok Positif Covid-19

Jika diperhatikan, tidak sedikit areal yang mulanya merupakan lahan sawah produktif sudah berubah menjadi ruko atau perumahan. Peran pemerintah daerah melalui produk hukum daerah sangat penting dalam mempertegas aturan soal alih fungsi lahan.

"Peraturan Daerah yang sudah ada di Kota dan kabupaten Solok agar dipertegas lagi pelaksanaannya, supaya areal Sawah Solok tidak terus berkurang dan berganti menjadi lahan bangunan," sebutnya.

baca juga: ASN Kota Solok Bantu Mantan Pasien COVID-19

Dikatakannya, Bareh Solok merupakan anugrah yang harus terus dilestarikan. Kesuburan alam wilayah kota dan kabupaten Solok merupakan aset berharga dan sudah menjadi ikon yang tidak terpisahkan.

"Ini sudah menjadi ikon dari kota dan kabupaten Solok , jangan sampai hilang. Kalau jumlah sawah produktif terus menurun, tentunya produksi juga akan menipis, ini yang perlu diwaspadai," tutupnya.

baca juga: Ratusan Tenaga Medis dan Guru di Kota Solok Ikuti Tes Swab

Sementara itu, Wali Kota (Wako) Solok Zul Elfian melalui staf ahli, Ir. Alkaf menyebutkan, Hamparan persawahan merupakan ciri khas pemandangan alam Kota Solok yang dikenal dengan Sawah Solok . Dalam perkembangannya, sudah dikembangkan sebagai kawasan agrowisata.

"Kawasan Sawah Solok merupakan potensi yang sangat luar biasa bagi kota Solok . Selain sebagai sentra produksi padi, juga dikembangkan sebagai kawasan agrowisata dan peminatnya cukup banyak," terang Alkaf.

Panen raya secara simbolis Tanam Padi Solok Jajar Legowo (Tapaso Jarwo) ditandai dengan pemotongan padi oleh Wakil Gubernur Sumatra Barat dan pejabat terkait, turut hadir Dandim 0309/ Solok , Letkol ARM Reno Triambodo, Kepala Dinas Pertanian Kota Solok Ikhvan Marosa, dan pihak terkait.

Rangkaian kegiatan panen raya ini sebelumnya diawali dengan penanaman padi bersama pada Tanggal 9 Maret 2020. Dalam waktu tiga bulan lebih, padu sudah bisa dipanen. Teknik Jajar Legowo konon bisa meningkatkan produksi dari biasanya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Khadijah