Tagana Kota Solok Kembangkan Budikdamber, Alternatif Usaha di Tengah Wabah Corona

Koordinator Tagana Kota Solok, Nanda Priatama bersama anggota saat menunjukkan usaha Budikdamber yang dikembangkan di kawasan PPA
Koordinator Tagana Kota Solok, Nanda Priatama bersama anggota saat menunjukkan usaha Budikdamber yang dikembangkan di kawasan PPA (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

KLIKOPOSITIF - Banyak alternatif usaha rumahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi waktu luang ditengah wabah virus Corona, selain untuk membantu memenuhi kebutuhan dapur, juga bisa menambah penghasilan keluarga.

Salah satunya, Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) seperti yang dilakukan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) kota Solok . Usaha budidaya ikan tersebut dipusatkan di lingkungan posyandu Aster di kelurahan Pasir Pandan Air Mati.

baca juga: Pulang Kampung ke Solok, Audy Joinaldy Silaturahmi dengan Pers

Media yang digunakan cukup sederhana, hanya menggunakan ember yang dimodifikasi sedemikian rupa dan diisi dengan air serta bibit ikan. Jenis ikan yang dipelihara yakni ikan Lele yang dibeli di Balai Benih Ikan (BBI) Laing, kota Solok .

"Satu unit ember kapasitas 70 liter, bisa menampung bibit ikan sebanyak lebih kurang 70 ekor," ungkap Koordinator Tagana kota Solok , Nanda Priatama saat ditemui KLIKPOSITIF , Senin (1/5/2020).

baca juga: Pulang dari Palembang, Warga Solok Positif Covid-19

Selain sebagai media memelihara ikan, ember yang sudah didesain sedemikian rupa tersebut juga dimanfaatkan untuk media menanam berbagai jenis sayuran. Jadi, budidaya ikan sembari budidaya sayuran.

Memang pada tahap awal, Tagana kota Solok baru memiliki 5 unit Budikdamber hasil dari patungan anggota Tagana. Pihaknya berencana menambah lagi media budidaya agar usaha sampingan tersebut semakin berkembang.

baca juga: ASN Kota Solok Bantu Mantan Pasien COVID-19

Diceritakannya, usaha untuk Budikdamber tersebut merupakan rekomendasi dari Wahana Muda Indonesia (WMI), salah satu Non Government Organisation (NGO) yang bergerak di bidang kebencanaan dan kemanusiaan.

"Ini saran dari WMI, bagaimana kalau kita kembangkan Budikdamber di Solok sebagai alternatif usaha sampingan saat wabah Corona, dan langsung kita lakukan," terang alumni UMMY Solok tersebut.

baca juga: Ratusan Tenaga Medis dan Guru di Kota Solok Ikuti Tes Swab

Menurutnya, usaha Budikdamber sangat cocok dilakukan oleh masyarakat kota Solok yang sebagian besar memiliki keterbatasan lahan untuk pertanian. Usaha ini bisa dilakukan di lingkungan pekarangan rumah dengan bahan-bahan sederhana dan murah.

Terpisah, Wakil Wali Kota (Wawako) Solok , Reinier mengaku sangat mengapresiasi ide dan gagasan yang dilakukan oleh Tagana kota Solok tersebut bersama lembaga WMI. Menurutnya, kota Solok butuh ide kreatif masyarakat untuk mengembangkan perekonomian.

"Alhamdulillah, ini sebuah usaha yang sangat bagus dilakukan oleh generasi muda kota Solok dalam mendorong berkembangnya usaha-usaha kreatif, dan ini bisa dilakukan oleh semua orang," ungkap Reinier.

Apalagi, ulas Reinier, ditengah wabah Corona, masyarakat bisa mengisi waktu luang dengan usaha-usaha sederhana dan berbiaya murah untuk membantu ekonomi keluarga. Ini salah satu usaha yang bagus untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar produktif.

"Usaha budidaya ikan, masih sangat terbuka lebar di kota Solok . Dan kita tahu, sebagian besar kebutuhan ikan untuk usaha makanan dan juga konsumsi masyarakat masih didatangkan dari daerah luar,"bebernya.

Sebelumnya, Pemerintah kota Solok memang tengah gencar mendorong masyarakat untuk memanfaatkan areal kosong di pekarangan rumah dengan usaha produktif, seperti menanam sayuran, budidaya ikan maupun tanaman buah.

Terlebih lagi, saat ini sudah banyak teknologi pertanian yang dikembangkan untuk usaha pertanian maupun perikanan dengan areal lahan terbatas. Masyarakat bisa tetap produktif disela waktu luang.

Penulis: Syafriadi | Editor: Khadijah