Kota Solok Kembali Perpanjang PSBB Hingga 7 Juni 2020

Wawako Solok, Reinier saat Vidcon bersama Gubernur Sumbar di Balaikota Solok.
Wawako Solok, Reinier saat Vidcon bersama Gubernur Sumbar di Balaikota Solok. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

KLIKPOSITIF - Pemerintah kota (Pemko) Solok akhirnya memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar, mengikuti keputusan pemerintah Provinsi Sumatra Barat. PSBB tahap III dilanjutkan sampai 7 Juni 2020 mendatang.

Hal itu dikemukakan Wakil Wali Kota (Wawako) Solok , Reinier usai menggelar vlVideo Conference (Vidcon) bersama Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, Kamis (28/5/2020). Menurutnya, Pemko Solok mendukung penuh kebijakan Pemprov. Sumbar.

baca juga: Pulang Kampung ke Solok, Audy Joinaldy Silaturahmi dengan Pers

"Tentunya kita di Kota Solok , sangat mendukung program pemerintah provinsi, kalau memang belum memungkinkan untuk pemberlakuan New Normal tentunya tidak bisa dipaksakan karena resikonya cukup besar," papar Reinier.

Dikatakan Reinier, keputusan yang diambil oleh pemerintah provinsi Sumatra Barat tentunya sudah melalui kajian dan evaluasi mendalam terhadap kondisi dan perkembangan kasus Covid-19 yang terus menanjak di Sumatra Barat.

baca juga: Pulang dari Palembang, Warga Solok Positif Covid-19

"Di masa pandemi ini, kita harus berhati-hati dalam mengambil keputusan, PSBB tahap III yang dilakukan merupakan persiapan menuju pemberlakuan New Normal sehingga tidak terjadi ledakan kasus positif Covid-19 nantinya," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatra Barat dalam Vidcon bersama seluruh kepala daerah di Sumatra Barat mengatakan, Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Sumatera Barat dilanjutkan sampai tanggal 7 Juni 2020.

baca juga: ASN Kota Solok Bantu Mantan Pasien COVID-19

Dari 19 daerah di Provinsi Sumatera Barat, hanya Kota Bukittinggi yang akan memasuki fase New Normal pada awal Bulan Juni 2020. Sementara, 18 daerah lainnya akan menerapkan PSBB sampai tanggal 7 Juni 2020.

"Sembari melanjutkan PSBB tahap III, seluruh daerah kecuali Bukit Tinggi, menyiapkan diri untuk memasuki fase New Normal, dimana acuannya sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat," terang Gubernur didampingi Wagub Nasrul Abit.

baca juga: Ratusan Tenaga Medis dan Guru di Kota Solok Ikuti Tes Swab

Gubernur menekankan, Pemerintah daerah tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan, sistem kesehatan wajib disiapkan dari hulu ke hilir apabila kita ingin keluar dari PSBB dan masuk ke fase New Normal.

"Kita tidak ingin New Normal menjadi ajang uji coba, jika nantinya ada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menyelinap, bisa saja terjadi ledakan kasus Covid-19, kita harus menghindari ledakan tersebut," ujar Gubernur.

Kedisiplinan masyarakat tentunya akan sangat dibutuhkan, tidak mungkin hanya mengandalkan personel Covid-19 untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Apalagi, keinginan untuk memasuki New Normal sudah tidak terbendung lagi. Sebuah keniscayaan apabila tidak dipersiapkan dengan matang.

Penulis: Syafriadi | Editor: Khadijah