Wako Solok Minta ASN Belanja Kebutuhan Dapur di Pasar Syariah

Wali Kota Solok, Zul Elfian saat berkunjung ke pasar syariah Abdurrahman Bin Auf bersama Wagub Sumbar.
Wali Kota Solok, Zul Elfian saat berkunjung ke pasar syariah Abdurrahman Bin Auf bersama Wagub Sumbar. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota (Pemko) Solok akan terus mengembangkan Pasar Syariah Abdurrahman Bin Auf yang ada di kawasan Terminal Bareh Solok . Pasar yang mula dioperasikan sejak awal bulan Mei 2020 lalu itu menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan sayuran.

Pengaktifan pasar syariah Abdurrahman Bin Auf dilakukan oleh pemerintah kota Solok sebagai solusi untuk mengurai kesemrawutan pasar raya Solok , terutama di kawasan jalan lingkar pasar. Pedagang Jalan lingkar direlokasi untuk berjualan di pasar syariah.

baca juga: Pulang Kampung ke Solok, Audy Joinaldy Silaturahmi dengan Pers

Kendati banyak menuai pro kontra dari sejumlah pedagang, namun pemerintah kota Solok tetap optimis pasar ini akan berkembang sebagaimana layaknya pasar raya Solok sehingga perputaran roda ekonomi juga tidak tertumpu di satu titik saja.

Untuk meramaikan pasar tersebut, pemerintah kota Solok bahkan mengarahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermukim di wilayah kota Solok untuk berbelanja kebutuhan dapur di pasar itu, termasuk masyarakat.

baca juga: Pulang dari Palembang, Warga Solok Positif Covid-19

"Alhamdulillah, ASN kita banyak yang berbelanja di sana untuk kebutuhan dapur. Kita sangat yakin, pasar syariah Abdurrahman Bin Auf akan menjadi pusat untuk kebutuhan sembako masyarakat kedepannya," terang Zul Elfian saat rapat evaluasi bersama OPD, Selasa (26/5/2020) di Balaikota Solok .

Kedepannya, pemerintah kota Solok juga menyiapkan program khusus bagi ASN untuk berbelanja kebutuhan di pasar syariah, yakni dengan memberikan voucher belanja bagi ASN sesuai dengan tingkat kepegawaian.

baca juga: ASN Kota Solok Bantu Mantan Pasien COVID-19

"InsyaAllah, bulan Juni nanti ASN yang berbelanja di Pasar Syari'ah Abdurrahman Bin Auf menggunakan voucher/kupon belanja, yang nilai minimalnya kita sesuaikan dengan tingkatan eselonering" jelas wako.

Melalui program tersebut, Wali Kota Solok yakin, jumlah pengunjung pasar syariah akan stabil dan para pedagang bisa berjualan dengan normal seperti layaknya saat berjualan di pasar raya Solok .

baca juga: Ratusan Tenaga Medis dan Guru di Kota Solok Ikuti Tes Swab

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solok meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk betul-betul maksimal dalam mendorong berkembangnya pasar syariah. Sosialisasi secara masif perlu dilakukan kepada masyarakat dan stakeholder terkait.

"Alhamdulillah, kita bersyukur banyak pedagang kita yang mau pindah dari jalan lingkar pasar raya Solok , ini harus kita jadi perhatian kita bersama sehingga penghasilan mereka terus meningkat. Ramaikan pasar syariah kita ini," tuturnya.

Sebelumnya, 2 Mei 2020 lalu, Pemerintah kota Solok memutuskan untuk merelokasi pedagang yang berjualan di sepanjang jalan lingkar pasar raya Solok . Mayoritas pedagang di kawasan jalan lingkar merupakan pedagang kebutuhan sembako dan sayur.

Pendapatan pedagang meningkat drastis seiring dengan dilakukannya penutupan pasar raya Solok selama dua hari untuk penyemprotan Desinfektan, Aktivitas belanja kebutuhan dapur masyarakat tertumpu di pasar syariah, pendapatan pedagang naik drastis. Namun hanya sebentar.

Pengunjung pasar syariah mulai menurun setelah pasar raya Solok kembali dibuka. Pengunjung mulai sepi sehingga banyak pedagang yang sudah direlokasi kembali pindah ke kawasan jalan lingkar pasar raya Solok . Perlu ketegasan pemerintah daerah untuk memindahkan semua pedagang kebutuhan pokok ke satu lokasi pasar sehingga pembeli pasti akan datang ke pasar syariah.

Penulis: Syafriadi | Editor: Khadijah