DPRD Sarolangun Belajar Penanganan COVID-19 ke Kota Solok

Wawako Solok, Reinier menyerahkan cinderamata pada rombongan DPRD Sarolangun.
Wawako Solok, Reinier menyerahkan cinderamata pada rombongan DPRD Sarolangun. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Status kota Solok yang masih berstatus zona hijau dalam penyebaran virus Corona di Sumatra Barat, mendapat atensi dari daerah lainnya, termasuk daerah di luar Sumatra Barat.

Salah satunya datang dari DPRD kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Legislatif dari daerah berbeda provinsi itu jauh-jauh datang ke kota Solok untuk belajar langkah yang dilakukan untuk mencegah virus Corona.

baca juga: Jabat Pjs Wako Solok, Ini Tiga Prioritas Utama Asben Hendri

Kedatangan Legislator Sarolangun disambut Wakil Wali Kota Solok , Reinier, Jum'at (15/5/2020) di kantor Balaikota Solok . Wawako juga ikut ditemani oleh kepala dinas kesehatan, dr. Ambun Kadri dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Ketua rombongan DPRD Sarolangun, Hermi mengatakan, dipilihnya kota Solok sebagai daerah untuk sharing informasi pencegahan dan penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) mengingat status kota Solok yang masih bersih.

baca juga: Asik Nongkrong di Warung, Pelaku Narkoba Diciduk Polisi di Solok

"Kami tahu, sampai saat ini kota Solok menjadi salah satu dari tiga daerah di Sumatera Barat yang masih zero kasus positif Corona, untuk itu kami ingin berbagi informasi terkait kiat dalam mencegah penyebaran Corona," sebut Hermi.

Dikatakannya, wabah virus Corona beberapa bulan terakhir telah membuat masyarakat di berbagai daerah di Indonesia cukup sulit. Masyarakat tidak lagi bisa berusaha seperti hari biasa sehingga penghasilannya terganggu.

baca juga: Gawat Darurat, Warga Kota Solok Bisa Hubungi Call Center 112

Menanggapi maksud kedatangan DPRD Sarolangun, Wakil Wali Kota (Wawako) Solok Reinier menjelaskan, mempertahankan status zona hijau bukanlah hal yang mudah bagi kota Solok , apalagi, kota Solok berada di lalu lintas utama wilayah Sumatera.

"Menjadi Daerah perlintasan menjadi tantangan tersendiri bagi kami Pemerintah Kota Solok mewanti-wanti dalam penyebaran virus covid-19 karena sangat riskan, kami selama ini telah terapkan PSBB yang ketat, Bentuk satgas-satgas," ungkap wawako.

baca juga: 1.817 Pegawai Non ASN di Pemkab Solok Sudah Terdaftar di BP Jamsostek

Menurut Reinier, dalam Langkah pencegahan, Pemerintah kota Solok bersama gugus tugas penanganan COVID-19 telah melakukan upaya maksimal dengan melakukan penyemprotan secara berkala dan berkelanjutan.

Selain itu, Pemerintah kota Solok juga memperketat pelaksana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sembari melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker dan menjaga jarak.

Diskusi dilanjutkan dengan sharing informasi tentang pergeseran anggaran daerah untuk penanganan wabah virus Corona. Sharing informasi ditutup dengan pertukaran cindera mata dari masing-masing daerah.

Penulis: Syafriadi | Editor: Khadijah