Soal Tuntutan Paramedis, Wako Solok: Penyesuaian Tunjangan Dilakukan 2021

Wako Solok Zul Elfian menggelar dialog bersama Paramedis di Balairung 99
Wako Solok Zul Elfian menggelar dialog bersama Paramedis di Balairung 99 (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Aksi unjuk rasa yang dilakukan Paramedis kota Solok beberapa hari lalu mendapat perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Solok . Walikota (Wako) Solok Zul Elfian menggelar dialog bersama Paramedis, Selasa (21/1/2020) di Balairung 99.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Paramedis, Ria Marta kembali meminta pemerintah kota Solok agar tidak ada ketimpangan tunjangan kinerja yang begitu jauh antara Paramedis dengan dokter.

baca juga: Gubernur Dukung Perkebunan Buah Naga di Nagari Kacang Solok

"Harapan kami semua yang hadir disini, Pemko Solok dapat memangkas Kesenjangan tunjangan antara para medis dengan dokter yang bertugas di Puskesmas yang ada di kota Solok ," sebut Ria Marta.

Dijelaskannya, perbedaan antara tunjangan kinerja dokter dan Paramedis begitu mencolok. Satu bulannya, dokter menerima Tunkin lebih kurang Rp3,5 juta per bulan, sementara Paramedis hanya lebih kurang Rp1 juta.

baca juga: Bahas Jaringan Kelistrikan, PLN Solok Kunjungi Bupati Solok Selatan

Sementara itu, untuk pekerjaan lebih dominan dilakukan oleh Paramedis. Apalagi, Puskesmas lebih bersifat promitif dan preventif. Bahkan, ada berbagai pekerjaan yang mestinya dilakukan dokter harus dikerjakan Paramedis.

Dialog itu turut dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Solok Drs. Nova Elfino, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok dr. Ambun Kadri, Kepala Badan Keuangan Kota Solok Novirna Handayani, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Nurzal Gustim, Kabag Kesra Heppy Dermawan.

baca juga: Wako Lantik 7 Kepala Dinas di Lingkungan Pemko Solok

Terhadap aspirasi yang disampaikan perwakilan Paramedis, Wali Kota Solok H. Zul Elfian mengaku bakal mempertimbangkan tuntutan yang disampaikan tentang tunjangan kinerja yang dinilai sangat timpang.

"Secara prinsip, saya mendukung aspirasi bapak ibu semua, kita berusaha memberikan yang terbaik. Pemerintah Kota bukannya tidak memikirkan nasib bapak/ibu, tapi proses itu telah dilakukan," sebutnya.

baca juga: Pemprov Sumbar Rencanakan Bangun Rest Area di Batas Padang - Solok

Pihaknya meminta pihak Paramedis untuk bersabar, apa yang dikeluhkan sudah dalam proses, namun tentu butuh waktu dan mengacu pada aturan serta mekanisme yang ada. Tunjangan kinerja baru akan disesuaikan tahun 2021.

"InshaAllah 2021 kita usahakan, saya berharap kita semua bisa bersabar, karena tidak hanya Paramedis, tapi untuk semua ASN akan ditata ulang terkait tunjangan, kita tentunya tetap berupaya berikan yang terbaik," ungkapnya.

Menurut Zul Elfian, penyesuaian tunjangan tidak bisa dilakukan tahun 2020 lantaran APBD tahun 2020 mengalami defisit yang harus ditutup. Hal itu memaksa Pemko Solok untuk menunda sejumlah program kegiatan.

Sebelumnya, puluhan Paramedis kota Solok menggelar unjuk rasa di pelayanan terpadu tumbuh kembang perawatan anak. Peramedis menyampaikan tuntutan soal ketimpangan tunjangan yang diterima, Senin (20/1/2020).

[Syafriadi]

Editor: Khadijah