Sekda Solsel: Bumnag untuk Majukan Ekonomi Pedesaan

Sekda Solok Selatan Yulian Efi membuka rakor Bumnag daerah itu, di aula kantor Bupati setempat, Kamis 14 November 2019
Sekda Solok Selatan Yulian Efi membuka rakor Bumnag daerah itu, di aula kantor Bupati setempat, Kamis 14 November 2019 (KLIKPOSITIF/Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok Selatan Yulian Efi menegaskan keberadaan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) adalah untuk memajukan ekonomi masyarakat pedesaan.

"Pembentukan Badan Usaha Milik Nagari merupakan salah satu langkah pemerintah demi memajukan ekonomi masyarakat pedesaan," tegas Yulian Efi saat membuka rakor Bumnag di aula kantor Bupati setempat, Kamis 14 November 2019.

baca juga: Untuk ASN dan Pejabat selama Pilkada, Jasman: Kalau Tidak Netral, Maaf Saya Tidak Bisa Menolong

Untuk itu katanya, perlu dilakukan penyamaan persepsi ditingkat Pemerintahan Nagari untuk memajukan Bumnag.

"Antara Walinagari, Badan musyawarah Nagari atau Bamus dengan Direktur Bumnag penting untuk menyamakan persepsi guna memajukan Bumnag dinagarinya," jelasnya.

baca juga: Sekolah Tatap Muka di Solsel Ditiadakan, Pelajar yang Belum Dapat Kuota Internet Gratis Diminta Melapor

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Hapison mengungkapkan Bumnag sudah terbentuk diseluruh Nagari, dari 39 Nagari yang ada di daerah itu.

"39 Nagari yang ada sudah memiliki Bumnag, cuma yang eksis hanya 20 Bumnag, dan yang masuk kategori berhasil baru tiga,"ungkapnya.

baca juga: Jasman : Jadi Pejabat Di Solsel Harus Tinggal dan Menetap, Kalau Tidak Mundur Saja

Ia melanjutkan setelah di inventarisasi, secara umum ada beberapa faktor yang menyebabkan Bumnag didaerah itu.

"Kendalanya SDM rendah, salah manajemen, dan tidak mampu membaca potensi di Nagarinya, serta tidak tepat saat menempatkan direktur bumnag tersebut,"katanya.

baca juga: Dua Pejabat Terkomfirmasi Positif COVID-19, Hari Ini 55 Pegawai di Pemkab Solok Jalani Swab

Sebagai solusi katanya, Wali Nagari sebagai pemegang modal Bumnag harus melakukan pelatihan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola Bumnag tersebut.

"Setelah diberikan pelatihan kemudian lakukan evaluasi, jika masih tidak jalan juga Walinagari bisa mengganti direktur Bumnag,"katanya.

Sehingga imbuhnya, modal yang disertakan Nagari untuk Bumnag mencapai sasaran yang diharapkan.

"Jangan sampai modal yang disertakan terbuang percuma tanpa hasil, karena hanya habis untuk membayar gaji pengelola Bumnag,"ujarnya. [Kaka]

Penulis: Khadijah