Dialog Politik, Pemko Solok Libatkan Ormas dan Tokoh Perempuan

Wawako Solok, Reinier membuka dialog politik bersama ormas dan tokoh perempuan kota Solok
Wawako Solok, Reinier membuka dialog politik bersama ormas dan tokoh perempuan kota Solok (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Solok " href="http://webtorial. KLIKPOSITIF .com/kategori/pemko-solok" target="_blank">Pemerintah Kota Solok  membuka ruang dialog politik dengan pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan tokoh perempuan kota Solok , Rabu (13/11) di Aula SMP Negeri 5 Kota Solok .

BACA JUGA: Pengamat: Jualan UAS Tak Laku pada Pilkada Sumbar 2020

baca juga: Jabat Pjs Wako Solok, Ini Tiga Prioritas Utama Asben Hendri

BACA JUGA: Kisah Ippo Gala, Satu-satunya Petinju Indonesia yang Pernah Hadapi Manny Pacquiao

Dialog politik yang difasilitasi Kesbangpol Provinsi Sumbar itu diikuti 70 peserta. Kegiatan yang melibatkan praktisi dari Unand tersebut ditujukan sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat khususnya untuk kaum hawa.

baca juga: Asik Nongkrong di Warung, Pelaku Narkoba Diciduk Polisi di Solok

Menurut Wakil Walikota (Wawako) Solok , Reinier, berkaca dari pengalaman, pendidikan politik memegang peranan penting dalam mendorong terwujudnya kehidupan berdemokrasi ditengah-tengah masyarakat.

"Kalau masyarakat sudah paham berpolitik, maka kualitas pelaksanaan pesta demokrasi yang dilakukan di kota Solok kedepannya akan semakin berkualitas, baik secara proses maupun hasilnya," ungkap Reinier.

baca juga: Gawat Darurat, Warga Kota Solok Bisa Hubungi Call Center 112

Selain itu, dikatakan Reinier, pendidikan politik perlu ditanamkan bagi generasi muda kota Solok . Melalui pendidikan politik, anak-anak muda akan memahami kondisi bangsa dan negara serta daerah sehingga terpanggil berbuat yang terbaik.

Memang, diakuinya, realitas politik yang selama ini berjalan ditengah masyarakat belum mencerminkan kehidupan berdemokrasi yang baik. Elit politik belum sepenuhnya mempertontonkan politik yang santun dan memberikan rasa aman dan damai.

baca juga: 1.817 Pegawai Non ASN di Pemkab Solok Sudah Terdaftar di BP Jamsostek

"Kita semua harus sepakat, politik merupakan alat pengabdian untuk menyejahterakan masyarakat. Politik yang aman dan damai, tanpa gaduh harus mampu diwujudkan ditengah-tengah masyarakat," terangnya.

Pihaknya berharap, melalui pendidikan politik akan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pemilihan umum (Pemilu). Masyarakat yang apatis akan membuat kualitas pemilu jauh dari harapan.

Jadi, ulasnya, proses penyadaran tersebut tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, namun harus juga menjadi perhatian serius bagi partai politik, penyelenggara dan pengawas pemilu, tokoh masyarakat dan lembaga terkait.

"Harapan kita bersama, dengan adanya ruang pendidikan politik, partisipasi masyarakat dalam setiap pesta demokrasi akan terus meningkat, tidak mudah tergiur dengan politik uang dan betul-betul memilih karena sosok atau figur yang diinginkan," tutupnya.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah