Prosesi Makan Bajamba di SRG Diharapkan Jadi Daya Tarik Wisata

Ratusan Pemuka adat di Kawasan Saribu Rumah Gadang Solsel Makan bajamba sebelum turun ke Sawah, Senin (30/9)
Ratusan Pemuka adat di Kawasan Saribu Rumah Gadang Solsel Makan bajamba sebelum turun ke Sawah, Senin (30/9) (KLIKPOSITIF/Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria berharap agar kegiatan makan bajamba (makan bersama) dalam prosesi turun ke sawah yang didahului dengan prosesi Mandabiah Kabau Nan Gadang (Menyembelih Kerbau Besar), dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Nagari Koto Baru dan Solok Selatan pada umumnya.

"Berkumpulnya ratusan ninik mamak saat makan bajamba seperti ini, sudah menjadi modal dasar untuk daya tarik wisata budaya di daerah kita khususnya di Kawasan Saribu Rumah Gadang," Kata Muzni di Balai Adat Nagari Koto Baru, Senin 30/9

baca juga: Plt Kepala BKPSDM Solsel : Pemberhentian TKD Diserahkan Ke OPD Masing-Masing

Pada kesempatan itu Bupati menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan acara yang berlangsung sangat meriah, dihadiri oleh ratusan kepala suku (datuk) dan undangan lainnya.

"Dari tahun ke tahun pelaksanaan makan bajamba ini terus semakin meriah dan semakin baik," ungkapnya mengapresiasi

baca juga: Jamur Sawit Talao Jadi Produk Baru Solsel yang Banyak Digemari, Begini Kisah Awal Produksinya

Ia juga berharap dengan prosesi adat serta persatuan masyarakat sebelum turun ke sawah panen masyarakat menjadi lebih meningkat.

"Dengan adanya usaha untuk melakukan tanam padi serentak ini, tentunya hama juga bisa diatasi bersama, semoga hasil panen juga meningkat nantinya", Ujarnya.

baca juga: Hari Ini, Kasus Covid-19 Bertambah 16 Orang di Kabupaten Solok

Pada Kesempatan itu,, Secara khusus, pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih perantau Solok Selatan Joni Syarif, yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Mandabiah Kabau nan Gadang dan Makan Bajamba tersebut.

Sementara itu Ketua Panitia yang juga Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Baru Jalaluddin Datuk Lelo Dirajo menyebutkan bahwa kegiatan mandabiah kabau nan gadang dan makan bajamba bukanlah sesuatu yang baru, tapi sudah dilaksanakan sejak nenek moyang dulu.

baca juga: Solsel Buka Pendaftaran 390 Formasi Seleksi CPNS

"Sudah dilakukan sejak lama dari zaman nenek moyang, selain melestarikan budaya juga sebagai perekat persatuan antara masyarakat", Jelasnya.

Dalam pelaksanaannya imbuhnya, melibatkan 140 lebih Kepala Suku (Datuk) di empat nagari, yakni Bomas, Pulakek, Pasar Muaralabuh dan Koto Baru

Ia juga menyampaikan terima kasihnya atas bantuan Pemkab Solok Selatan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut melalui Dinas Pariwisata serta sumbangan salah seorang perantau, Joni Syarif. [Kaka]

Penulis: Khadijah