Wawako Solok Ajak Duta Genre Kampanyekan Anti Narkoba

Wawako Solok, Reinier mengajak siswa untuk menghindari hal-hal berbau negatif.
Wawako Solok, Reinier mengajak siswa untuk menghindari hal-hal berbau negatif. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Berbagai ancaman terus menghantui kalangan remaja. Perilaku dan gaya hidup kekinian generasi muda cenderung mengarah pada Pergaulan bebas, Narkoba hingga perilaku seks pra nikah.

"Masalah Narkoba di Kota Solok memang cukup mengkhawatirkan. Peran nyata dari duta GenRe dan seluruh siswa sangat diperlukan untuk melawannya," ungkap Reinier saat berkunjung Pusat Informasi Konseling (PIK) SMA 2 Kota Solok , Senin (4/2).

baca juga: Budayakan Hidup Sehat, Kapolres Solok dan Jajarannya Pilih Olahraga Sepeda

Keberadaan program Generasi Berencana (GenRe) di Sekolah dan perguruan tinggi cukup penting, tidak saja sebagai sarana menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja namun juga sarana berkegiatan positif.

GenRe merupakan suatu program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan bekeluarga bagi remaja dan mahasiswa yang diarahkan untuk mencapai Tegar Remaja.

baca juga: Pulang Kampung ke Solok, Audy Joinaldy Silaturahmi dengan Pers

"Melalu program Genre, diharapkan remaja kota Solok bisa diarahkan untuk berperilaku sehat, terhindar dari resiko TRIAD KRR (seksualitas, Napza, HIV dan AIDS), dan mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang," sebut Reinier.

Dijelaskan Reinier, melalui Pusat Informasi dan konseling (PIK) yang dikelola sendiri oleh Pelajar dan Mahasiswa, Generasi muda bisa saling berbagi terkait berbagai hal persoalan yang dihadapi kawula muda.

baca juga: Pulang dari Palembang, Warga Solok Positif Covid-19

Yang juga perlu menjadi perhatian, papar Reinier, Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) atau dengan kata lain menghindari pernikahan di usia terlalu dini. Idealnya, minimal usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

"Seks pra nikah harus segera diatasi, sebab sangat beresiko terhadap masa depan remaja perempuan dan secara aturan agama Islam, hal itu sangat dilarang keras," pesan Reinier.

baca juga: ASN Kota Solok Bantu Mantan Pasien COVID-19

Dengan adanya kesadaran akan bahaya tersebut, orang tua harus lebih mawas dalam mengawasi pergaulan anak perempuan, dengan memberikan pemahaman baik secara agama, maupun adat istiadat.

"Untuk itu, kita bersama-sama berupaya mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat. Peran kepala sekolah, guru, dan perangkat lainnya diperlukan untuk membentuk dan membentengi murid dari segala perilaku negatif dan merusak generasi penerus kita nantinya," tutup Reinier.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah