Ribuan Warga Lubuk Sikaping Nobar Film G30SPKI di GOR Tuanku Rao

Tampak masyarakat Lubuk Sikaping tengah serius menonton pemutaran film G30S/PKI
Tampak masyarakat Lubuk Sikaping tengah serius menonton pemutaran film G30S/PKI (Ist)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Ribuan warga Kabupaten Pasaman menyaksikan pemutaran film G30S/PKI yang dilaksanakan di GOR Tuanku Rao di Lubuk Sikaping, Kamis 28 September 2017.

Kegiatan Nonton Bareng (Nobar) ini digelar Kodim 0305/ Pasaman bekerjasama dengan Pemkab Pasaman dan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yaitu HMI Cabang Lubuk Sikaping dan SAPMA PP Pasaman .

baca juga: Bioskop Kembali Dibuka, Joko Anwar Sambut Positif

Nobar juga disaksikan langsung Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama, Dandim 0305/ Pasaman Letkol Arm Cosmas Pramundhito, Kapolres Pasaman , AKBP Reko Indro Sasongko, unsur Forkopinda lainnya, serta Kepala OPD Pasaman , instansi Vertikal, BUMN dan BUMD, kepala sekolah, kalangan pelajar mulai tingkat SD, SLTP, SLTA dan Mahasiswa serta masyarakat lainnya.

Wakil Bupati Pasaman , Atos Pratama mengatakan, Nobar film G30/SPKI ini dalam rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017. Selain itu, Nobar ini juga mengingatkan kembali agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai dasar berbangsa dan bernegara.

baca juga: Pembentukan dan Pengelolaan Desa Wisata di Pasaman Sebagai Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

"Kita harus ingat bahwa bangsa Indonesia adalah beragam, berbagai etnis, berbagai bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan kesemuanya satu padu membentuk indonesia dalam Bhineka Tunggal Ika. Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita selalu mengalami tantangan Kebhinekaan kita selalu diuji. Ada yang sikap tidak toleransi yang mengusung ideologi lain selain pancasila," terangnya.

Untuk itu, tidak ada kata lain kecuali semuanya harus bahu membahu mencapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi -organisasi dan gerakan gerakan yang anti Pancasila, anti UUD1945, anti NKRI dan anti Bhineka Tunggal Ika.

baca juga: Segmen Sianok Cukup Aktif, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Kuat di Sumbar

Sementara itu, Dandim 0305/ Pasaman , Letkol, Arm, Cosmas Pramundhito mengatakan, bahwa pemutaran film ini guna untuk mengingatkan atau mengenang kembali tentang sejarah kelam bangsa indonesia yaitu adanya gerakan dari Partai Komunis Indonesia (PKI), dan mereka ingin merebut kekuasaan dari dasar negara pancasila. Dan sejarah kelam ini jangan sampai terulang kembali.

"Tujuan pemutaran film itu agar pelajar, generasi muda serta masyarakat, supaya memahami bahwa paham komunis sangat berbahaya dan dilarang di negara Indonesia.

baca juga: Selundupkan Puluhan Paket Ganja Kering, Warga Sumatera Selatan Diringkus Polisi di Pasaman

"Kita harus selalu ingat akan sejarah, jangan pernah melupakan sejarah, walaupun sejarah kelam yang terjadi di negara kita ini. Kita meyakinkan bahwa tidak ada ideologi lain bagi bangsa yang bhinneka tunggal ika selain pancasila" sebutnya

Ia tidak ingin generasi muda Pasaman kedepan buta tentang sejarah bangsanya. Sehingga masyarakat memahami dan lebih dewasa untuk menyikapi faham-faham yang ingin merongrong NKRI.

[Man St Pambangun]

Penulis: Webtorial