Bapenda: Kesadaran Bayar Pajak WP Kota Padang Masih Rendah

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

PADANG , KLIKPOSITIF - Kesadaran Wajib Pajak (WP) Kota Padang terhadap kepatuhan dan kejujuran membayar pajak daerah masih sangatlah rendah. Hal itu menyebabkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Padang tidak bisa lagi tinggal diam dalam menunggu WP dalam membayar kewajiban mereka.

"Kami saat ini menggencarkan anggota Bapenda Padang untuk pergi langsung melakukan pemungutan pajak pada setiap objek pajak , disebabkan masih rendahnya kesadaran WP. Jika tidak dilakukan, ditakutkan target kita Padang tidak akan tercapai," ujar Kepala Bapenda Padang , Adib Alfikri pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Sejak Normal Baru, Satpol PP Padang Terus Lakukan Sosialisasi di Lokasi Keramaian Hingga Penindakan

Ia mengatakan, strategi Bapenda Padang tidak lagi sama seperti dulu. Berbagai program dan kegiatan untuk langsung menemui wajib pajak diadakan oleh Bapenda Padang dalam mencapai target pajak daerah 2017 yakni Rp334,5 Milyar.

Di sisi lain, Kabid Penagihan dan Pemeriksaaan Bapenda, Budi Payan mengatakan, saat ini kebanyakan anggota lapangan Bapenda Padang memang jarang berada di kantor karena sibuk melakukan pemungutan pajak ke setiap objek pajak .

baca juga: Selama Pandemi, Satpol PP Padang Proses 30 Pelanggar Perda

Ia juga menjelaskan, target realisasi penerimaan pajak daerah pada triwulan III adalah 75 persen dengan nominal angka Rp224,5 Milyar, sementara itu sampai Agustus pada bulan kedua triwulan III ini yang tercapai baru sedikit.

"Pada triwulan I realisasi penerimaan kita tercapai yakni 20 persen, pada triwulan II realisasi penerimaannya 40 persen dan tercapai juga. Nah, pada triwulan tiga realisasi kita naik 75 persen. Ada target 35 persen yang harus dikejar Bapenda, sementara sampai saat ini yang dicapai masih 9 persen agar mencapai realisasi triwulan III," kata Budi.

baca juga: Belajar dari YouTube, Umpan Ikan Metal Jig Buatan Muhammad Iqbal Tembus Pasar Zona Indonesia Tengah

Ia mengatakan, rendahnya realisasi memasuki triwulan III dipengaruhi rendahnya kesadaran WP, sehingga Bapenda gencar melakukan pemungutan pajak langsung seperti melaksanakan program uji petik, pemeriksaan hotel, penertiban reklame dan lainnya.

Dalam berbagai kegiatan ke lapangan tersebut, Bapenda Padang masih banyak menemukan WP yang tidak patuh dan tidak jujur dalam membayar pajak .

baca juga: Karena Hal Ini, Pemilik Penginapan di Pasir Jambak akan Dipanggil Satpol PP

"Pada pemeriksaan, kami seringkali menemukan adanya ketidaksesuaian antara omset yang mereka dapatkan perbulan dengan pajak yang mereka bayarkan. Mereka patuh membayar pajak , namun bukan berarti mereka jujur dalam membayar pajaknya," kata Budi.

Rendahnya kesadaran WP tersebut, katanya, sangatlah disayangkan. Padahal pajak yang mereka bayarkan adalah untuk pembangunan Kota Padang yang juga akan mereka rasakan manfaatnya.

"Masyarakat Kota Padang yang ada juga sebagai WP terkadang hanya menuntut haknya saja, seperti minta jalan dibaguskan, pasar dirapikan dan lainnya. Namun mereka melupakan kewajibannya dalam membayar pajak yang gunanya adalah memenuhi tuntutan dan permintaan masyarakat terkait pembangunan Kota Padang ," ujarnya lagi.

Di samping itu, Kasubid Penagihan Pajak Bapenda, Nilson yang seringkali pergi ke lapangan menemui objek pajak mengatakan, kejujuran WP Kota Padang memang masih sangat disayangkan. Bahkan ada wajib pajak yang membayar pajaknya sangat kurang jumlahnya dari yang seharusnya.

"Ada rumah makan yang sebelumnya membayar pajak hanya Rp15 Juta. Namun karena menurut kami tidak wajar jumlah pajak yang mereka bayarkan dengan omset yang mereka dapatkan tiap bulan, kami melakukan uji petik untuk menyurvei dan meminta data pengunjung mereka. Ternyata setelah dilakukan uji petik, pajak yang harus mereka bayarkan mencapai Rp85 Juta," kata Nilson.

Ia mengatakan bahwa hal seperti itu masih banyak mereka temukan saat melakukan pemungutan pajak langsung ke tiap objek pajak . WP pajak yang seringkali tidak patuh dan tidak jujur tersebut mengungkapkan mereka melakukan hal tersebut karena mereka takut konsumen mereka lari dengan diterapkannya pajak di tempatnya.

"Padahal kami mengharuskan seluruh objek pajak daerah di Kota Padang memungut pajak di tempat mereka. Jadi kemanapun konsumen pergi tetap akan ada pajak yang harus dibayar oleh konsumen," jelas Nilson.

Oleh karena itu, ia mengimbau WP Kota Padang agar membayar pajak yang diwajibkan pada mereka. Karena pajak yang mereka bayar akan terasa juga manfaatnya oleh WP dalam pembangunan Kota Padang .(*)

Penulis: Webtorial