Wabup Pasaman Minta Masyarakat Budayakan Kesehatan Tradisional

Kedatangan Wabup Atos Pratama disambut sekapur sirih
Kedatangan Wabup Atos Pratama disambut sekapur sirih (Istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Jorong Maninjau, Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman dinilai tim dari Provinsi Sumatera Barat dalam rangka penilaian Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Akupresur, Senin 7 Agustus 2017.

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Pasaman , Atos Pratama mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pasaman selalu memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya pengembangan kesehatan tradisonal kepada masyarakat.

baca juga: Pilkada Pasbar, Koalisi Parpol Pengusung Erick - Syawal Rampungkan Struktur Tim Pemenangan

“Segenap potensi yang ada, termasuk kepada kelompok asuhan mandiri yang dinilai ini selalu kita berikan arahan tentang tata cara mengembangkan tanaman obat keluarga melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” katanya.

Menurutnya, pengobatan tradisional yang dikembangkan ini merupakan pengobatan perawatan dengan xara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggung jawabkan, dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

baca juga: KPU Pasbar Nilai Imbauan Mematuhi Protap COVID-19 bagi Bacalon Kepala Daerah Tidak Berjalan Baik

“Melalui kelompok asuhan mandiri ini, pembangunan kesehatan yang diarahkan untuk mendorong masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan hidup sehat,” ucapnya.

Di samping itu, katanya, juga mengatasi kesehatan ringan secara mandiri melalui kemampuan asuhan mandiri yang salah satunya dengan memanfaatkan taman obat keluarga (Toga) dan Akupresur sesusai dengan Permenkes nomor 9 tahun 2016 tentang upaya pengembangan kesehatan tradisional melalui asuhan mandiri pemanfaatan Toga dan keterampulan.

baca juga: Semen Padang Serahkan Bantuan 20 Unit Alat Pengolahan Sampah untuk Kelompok Dasawisma Kemiri 8 Pasaman

"Kami berharap tentunya kelompok asuhan mandiri bunga lawang bisa memperoleh hasil terbaik tingkat Sumatera Barat. Dan berharap penilaian ini berjalan dengan lancar dan sukses," harapnya.

Sementara itu, Bahrizal Basir selaku tim penilai dari Provinsi Sumbar mengatakan, penilaian TOGA ini terdiri dari 2 kriteria, pertama secara Input yaitu penilain terhadap kebijakan yang diambil dari Pemerintah Kabupaten sampai ke Nagari sesuai dengan data. 

baca juga: Dasawisma Kemiri 8 di Pasaman Terima 20 Unit Alat Pengelolaan Sampah dari PT Semen Padang

“Selanjutnya secara Output yang akan kita nilai mulai dari nama - nama tanaman dan tahap perawatan tanaman tersebut,” katanya.

[Riki Hendra]

Penulis: Webtorial