Kadis Kesehatan Gelar Workshop Penyusunan Rencana Kotijensi Penanggulangan Kedaruratan.

(Istimewa)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman adakan Workshop Penyusunan Rencana Kontijensi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KMM) Tingkat Kabupaten Padang Pariaman , di kantor Dinkes Parik Malintang. Kemarin, Jumat (28/7/2017).

Kepala dinas Kesehatan, Aspinudin menyampaikan, kegiatan ini  merupakan tindak lanjut dari hasil Pertemuan Sosialisasi Penyusunan Rencana Kontijensi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Tingkat Propinsi Sumatera Barat yang diadakan beberapa hari yang lalu di Kota Padang.

baca juga: Yayasan Al Aziz Bantu 3 Korban Kebakaran di Padang Pariaman

Kepada peserta Kadis Kesehatan ini mengajak para peserta untuk melakukan upaya pencegahan kedaruratan kesehatan dengan cara menyusun rencana kontijensi ini sebaik baiknya.

Aspinudin yang didaulat menjadi narasumber menerangkan bahwa pesatnya mobilitas antar negara serta globalisasi berimplikasi pada meningkatnya secara drastis jalur perdagangan barang dan hewan, yang akan meningkatkan faktor patogen (penyakit) di seluruh dunia. Maka untuk menghadapi kondisi tersebut diperlukan kesiapsiagaan pemerintah pusat dan daerah.

baca juga: Akses Utama, Masyarakat Berharap Pengerjaan Jembatan yang Ambruk di Kayu Gadang Padang Pariaman Segera Selesai

Untuk melaksanakan tanggap darurat kesehatan maka perlu disusun suatu Dokumen Rencana Kontijensi secara terintegrasi baik di wilayah Kabupaten/Kota maupun di pintu masuk (Bandara-Pelabuhan).

Hal ini penting karena upaya penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan, namun harus dilakukan secara terintegrasi.

baca juga: Polisi Temukan Ladang Ganja di Aur Malintang, Kapolres: Ada Sekitar 400 Bibit Ganja

Ali Akhbar, Narasumber d Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat meyampaikan dipilihnya Kabupaten Padang Pariaman sebagai daerah tanggap darurat kesehatan dikarenakan wilayah ini memiliki pintu masuk (bandara) yang menampung kedatangan manusia dari berbagai penjuru dunia.

Padang Pariaman merupakan pintu masuk Sumatera Barat karena adanya Bandara Internasional Minangkabau. Oleh karena itu, kita antisipasi sejak dini resiko penularan penyakit yang dibawa oleh orang-orang dari daerah/negara lain”

baca juga: Seorang Balita di Padang Pariaman Positif COVID-19

Sementara itu, Dr, Jasneli, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular pada Dinkes Padang Pariaman mengungkapkan kegiatan Rencana Kontijensi ini mencakup proses membuat perencanaan atau menyusun strategi dan prosedur dalam menanggapi potensi krisis atau kedaruratan yang akan terjadi, termasuk mengembangkan skenario untuk mengantisipasi krisis menentukan tanggung jawab semua pelaku yang akan terlibat, mengidentifikasi peran dan sumber daya, proses pendataan dan penyebaran informasi, pengaturan setiap pelaku sehingga siap pada saat dibutuhkan dan menentukan kebutuhan agar tujuan tercapai.

“Rencana Kontijensi ini bermanfaat sebagai pedoman dalam melakukan langkah-langkah ketika kedaruratan kesehatan masyarakat terjadi dan juga sebagai standarisasi pelaksanaan aksi ketika terjadi tanggap darurat” tambah Jasneli.

terlihat hadir dalam Worshop tersebut petugas Puskesmas Se Kabupaten Padang Pariaman , Angkasa Pura Bandara Internasional Minangkabau, Badan Otoritas Penerbangan, Polres Padang Pariaman , Dandim 0308 Pariaman dan Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Kabupaten Padang Pariaman .

[HERI MARTONI]

Penulis: Webtorial