Terima Piagam Penghargaan MURI, Bupati Pasaman: Terima Kasih Masyarakat Pasaman

Bupati Pasaman Yusuf Lubis saat menyanyiksan peledakkan bambu meriamdi Gunung Tak Jadi, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol.
Bupati Pasaman Yusuf Lubis saat menyanyiksan peledakkan bambu meriamdi Gunung Tak Jadi, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol. (KLIKPOSITIF/Riki Hendra)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Bupati Pasaman , Yusuf Lubis mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait yang telah turut serta menyukseskan pergelaran meriam bambu di Gunung Tak Jadi, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Jum’at 14 Juli 2017.

Berkat kerjasama semua pihak, Pemerintah Kabupaten Pasaman diberi piagam penghargaan oleh Museum Rekor Indonesi ( MURI ) karena mampu menyediakan sebanyak 1.821 meriam bambu.

baca juga: Pembentukan dan Pengelolaan Desa Wisata di Pasaman Sebagai Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

 “Saya bersama Wabup Atos mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah menyukseskan pergelaran meriam bambu ini. Tanpa kerjasama yang baik, tentu kita tidak akan meraih penghargaan dari MURI ini,” katanya.

Piagam penghargaan yang diterima Pemkab Pasaman dari MURI ini, katanya, milik masyarakat pasaman . Karena, semua pihak mulai dari dari pemerintan nagari, pemerintah kecamatan, kepala OPD dan masyarakat turut berpartisipasi menyediakan bambu untuk dijadikan meriam bambu.

baca juga: Segmen Sianok Cukup Aktif, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Kuat di Sumbar

Sementara itu, Camat Bonjol, Delsy Syafei menambahkan, tujuan digelarnya meriam bambu di Kecamatan Bonjol ini adalah sekaligus mengenalkan kepada dunia luar bahwa Kecamatan Bonjol merupakan salah satu daerah di Kabupaten Pasaman sebagai daerah wisata sejarah.

“1.821 meriam bambu itu merupakan sebuah peringatan dimana meletus Perang Paderi di Sumatera Barat. Pada saat itu, Tuanku Imam Bonjol yang merupakan salah satu pahlawan Nasional berasal dari Kecamatan Bonjol,” ucapnya.  

baca juga: Selundupkan Puluhan Paket Ganja Kering, Warga Sumatera Selatan Diringkus Polisi di Pasaman

Jadi, katanya, lokasi Gunung Tak Jadi yang merupakan tempat pegelaran meriam bambu terbanyak itu merupakan salah satu daerah pertahanan melawan penjajah pada saat itu.

“Semoga momentum ini dapat menjadi sejarah bagi cucu kemenakan kita nantinya. Selain itu, lokasi Gunung Tak Jadi ini dapat menjadi tujuan objek wisata sejarah bagi para wisatawan yang datang ke Kabupaten Pasaman ,” harapnya.

baca juga: New Normal, Wartawan di Pasaman Bagikan Ribuan Masker

[Riki Hendra]

Penulis: Webtorial