Pemkab Padang Pariaman Terbitkan Buku Jendela Informasi Investasi

Kepala DPMPTP Hendra Aswara menunjukan Buku Jendela Investasi Padang Pariaman kepada masyarakat yang mengurus izin usaha di Kantornya.
Kepala DPMPTP Hendra Aswara menunjukan Buku Jendela Investasi Padang Pariaman kepada masyarakat yang mengurus izin usaha di Kantornya. (KLIKPOSITIF/Heri Martoni)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Letak Geografis Kabupaten Padang Pariaman yang strategis, karena berada di posisi silang Sumatera Barat, serta didukung keberadaannya yang tak jauh dari Bandara Internasional Minangkabau, menjadikan daerah penghasil kakao itu sebagai daerah yang menjanjikan untuk berinvestasi bagi pengusaha Nasional.

Untuk memudahkan akses informasi kepada calon investor, pemerintah daerah telah menerbitkan buku jendela informasi melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) yang dipublikasikan pada khalayak ramai,  Rabu 12 Juli 2017.

baca juga: Yayasan Al Aziz Bantu 3 Korban Kebakaran di Padang Pariaman

“Tujuan kita untuk menarik investor dalam dan luar negeri agar berinvestasi di Padang Pariaman . Atas arahan Bapak Bupati, Buku Jendela Investasi terdiri dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan Inggris. ” ujar Kepala DPMPTP Padng Pariaman,  Hendra Aswara di ruang kerjanya.  

Ia kembali menambahkan, buku tersebut menyajikan data dan keadaan umum Kabupaten Padang Pariaman serta lokasi dan potensi untuk berinvestasi. Di dalamnya juga dimuat tentang mega proyek Nasional seperti Asrama haji, Balai Diklat Pelayaran, Stadion Utama Sumbar, Jalan Duku-Sicincin dan lain sebagainya. 

baca juga: Akses Utama, Masyarakat Berharap Pengerjaan Jembatan yang Ambruk di Kayu Gadang Padang Pariaman Segera Selesai

“Dengan adanya data mega proyek tersebut, tentunya akan ada peluang investasi seperti Hotel, Apartemen, Mall dan sejenisnya,” kata mantan Kabag Humas Padang Pariaman ini.

Saat ini, ada empat peluang investasi yang membedakan Kabupaten Padang Pariaman dengan daerah lain di Sumbar. Pertama, Kawasan Tarok City sebagai Pusat Pendidikan, Kesehatan dan Perkantoran di Nagari Kapalo Hilalang, Kec. 2x11 Kayu Tanam. Kedua, Kawasan Industri yang berdekatan dengan Padang Industrial Park di Nagari Kasang, Kec. Batang Anai. Ketiga, Sentra Cokat sebagai lokasi percontohan tanaman kakao, produksi dan kemasan coklat di Malibou Anai, Kec. 2x11 Kayu Tanam. Keempat, Kawasan Marina dan Galangan Kapal sebagai pusat wisata dan transportasi laut di Nagari Ketaping, Kec. Batang Anai. 

baca juga: Polisi Temukan Ladang Ganja di Aur Malintang, Kapolres: Ada Sekitar 400 Bibit Ganja

“Keempat kawasan itu hanya ada di Padang Pariaman . Tidak ada di daerah lain, inilah keunggulan kita dan status lahan merupakan tanah negara, clear and clean. ” ujar Mantan Kabag Humas itu. 

Terkait dengan perizinan, Hendra memastikan bahwa prosesnya cepat, mudah dan anti pungli karena telah berinovasi menggunakan aplikasi perizinan online.  Kita punya motto yakni melayani dengan elok untuk memudahkan perizinan dan mendorong investasi. 

baca juga: Seorang Balita di Padang Pariaman Positif COVID-19

[Heri Martoni]

Penulis: Webtorial