Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid untuk Panti Sosial oleh Wagub Sumbar

Wagub Sumbar Nasrul Abit disaksikan langsung Wabup Padang Pariaman Suhatri Bur saat  peletakkan batu pertama untuk kelanjutan pembangunan masjid Panti Sabai Nan Aluih, Sicincin-Padang Pariaman.
Wagub Sumbar Nasrul Abit disaksikan langsung Wabup Padang Pariaman Suhatri Bur saat peletakkan batu pertama untuk kelanjutan pembangunan masjid Panti Sabai Nan Aluih, Sicincin-Padang Pariaman. (Istimewa)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF -Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih di Sicincin dikunjungi Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit dalam rangka peletakkan batu pertama pembangunan masjid Panti Sosial Tresno Werda ( PSTW ) Sabai Nan Aluih ( SNA) yang dilakukan oleh Wagub, Kamis 08 Juni 2017.

Wagub datang lebih cepat 15 menit dari jadwal bersama Kepala Dinas Sosial Sumbar Abdul Ghafar disambut bahagia oleh pengurus, penghuni panti, Forkompinka 2 x 11 Enam Lingkung dan masyarakat sekitar.

baca juga: Perempuan 18 Tahun Ditusuk di Kawasan Tandikek Padang Pariaman

Dalam sambutannya, Wagub Nasrul Abit menyatakan, ia sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas inisiatif dan kepedulian Kelompok Arisan Padusi Minang Jakarta yang mau membantu membangun masjid di panti tersebut. Ia mendoakan, semoga pahala berlimpah diberikan Allah kepada semua anggota kelompok.

"Semoga pahala dilimpahkan kepada semua anggota Kelompok Arisan Padusi Minang Jakarta yang sudah berempati dan peduli dengan panti ini," ucapnya.

baca juga: Yayasan Al Aziz Bantu 3 Korban Kebakaran di Padang Pariaman

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Padang Pariaman Suhatri Bur menanggapi, ia merasa salut dan bangga atas kepedulian dan perhatian perantau yang sudah berinisiatif membantu PTSW SNA.

"Yayasan PSTW  SNA ini memiliki 110 penghuni panti yang terdiri dari 62 pria dan 48 wanita. Rata-rata penghuni panti ini berumur 50 tahun ke atas. Petugas laki-lakinya 14 orang," ungkap Suhatri Bur mengutip data dari pengelola panti.

baca juga: Akses Utama, Masyarakat Berharap Pengerjaan Jembatan yang Ambruk di Kayu Gadang Padang Pariaman Segera Selesai

"Ada 14 orang petugas laki-laki membantu mengurus sebanyak 62 pria tua setiap hari Jumat ke masjid yang terletak di seberang jalan panti ini," papar mantan Sekretaris Karang Taruna Provinsi Sumbar ini.

Suhatri Bur berharap dalam pembangunan masjid ini, panitia pembangunan melakukan koordinasi dengan merangkul tokoh tokoh alim ulama dan niniak mamak di Sicincin. Hal itu adalah agar tidak terjadinya salah pengertian satu sama lain dalam proses pembangunannya, sehingga pembangunan lancar tanpa ada halangan berarti.

baca juga: Polisi Temukan Ladang Ganja di Aur Malintang, Kapolres: Ada Sekitar 400 Bibit Ganja

"Diharapkan semua aparatur pemerintah juga turut membantu pembangunan ini sesuai dengan bidangnya masing-masing," pintanya.

Di sisi lain, Kadis Sosial Sumbar, Abdul Gafar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan dari ibu-ibu yang tergabung dalam Padusi Minang Jakarta untuk melakukan bantuan pembangunan masjid di PTSW SNA.

Abdul Gafar memaparkan, panti ini dibangun sejak tahun 1980. Sampai sekarang memang belum ada dilakukan rehabilitasi atau perbaikan. Ini karena keterbatasan dana Pemerintah Provinsi Sumbar. Dari Kementerian Sosial sejak diserahkan pada otonomi daerah, ada 8 panti yang dimiliki Pemprov Sumbar dan 2 di antaranya panti jompo atau panti werdha, satu di Tanah Datar dan satu lagi di Padang Pariaman .

"Semua biaya, semua kebutuhan, sarana prasarana, makan minum penghuni panti dan lainnya dibiayai Pemprov Sumbar. Oleh karena itu, panti ini belum memiliki masjid yang representatif. Saya senang ibu dari Padusi Minang Jakarta yang bermurah hati menyumbangkan kelebihan rezekinya untuk membangun masjid untuk panti ini," kata Gafar senang.

Di samping itu, Ketua Pembina Arisan Padusi Minang Jakarta, Mery Syarif menjelaskan, mereka sebenarnya bukan sebuah organisasi tetapi hanya kelompok arisan. Anggotanya berasal dari 19 Kabupaten/Kota di Sumbar yang merantau di Jakarta. Mereka biasanya juga melakukan kegiatan amal seperti bakti sosial yang disalurkan ke Sumbar dan luar Sumbar.

"Awalnya kami ke sini, kami diminta untuk membantu perbaikan musala, tetapi setelah kami lihat bapak-bapak kita yang sudah tua renta ini harus berusaha berjalan dan menyeberang menuju mesjid yang jauh dari panti ini. Bahkan ada yang dibawa dengan kendaraan atau dituntun oleh petugas panti. Hati kami merasa tersentuh dengan keadaan tersebut. Rasanya kurang tepat jika kami hanya memperbaiki musala. Kami berpikir sebaiknya dibangun saja masjid baru. Namun karena masjid yang kita buat membutuhkan lahan yang lebih luas. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar yang mengizinkan lahan sebelahnya untuk diruntuhkan dan dibangun masjid," ungkapnya panjang lebar.

Selain membantu membangunkan mesjid, kelompok Arisan Padusi Minang Jakarta juga menyumbangkan beberapa Alquran, uang Rp200.000 dan paket lebaran untuk tiap orang. Kedatangan mereka di Padang Pariaman merupakan tempat terakhir mereka lakukan kunjungan, setelah sebelumnya kelompok ini mengunjungi Agam, Payakumbuh, Tanah Datar dan Padang.

"Jika kami diizinkan, kami mau nama mesjid ini dinamakan Mesjid Raudah. Artinya suatu tempat yang multazam untuk berdoa. Setiap mesjid yang kami bantu membangunkannya, selalu kami beri nama Raudah," katanya.

[HERI MARTONI]

Penulis: Webtorial