Satpol PP dan Damkar Pasaman Sita Ribuan Petasan yang Dijual Pedagang

Satpol PP dan Damkar Pasaman saat merazia petasan yang dijual oleh pedagang
Satpol PP dan Damkar Pasaman saat merazia petasan yang dijual oleh pedagang (Istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF -Ribuan petasan berbagai merk berhasil disita Satuan Polisi Pamong Prajau dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pasaman dari sejumlah pedagang di dua kecamatan di daerah itu.

“Ya benar, kita berhasil menyita ribuan petasan dari sejumlah pedagang di Kecamatan Panti dan Lubuk Sikaping,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Pasaman , Asmadi kepada KLIKPOSITIF , Kamis 1 Juni 2017.

baca juga: Atasi Persoalan Mendesak, Demokrat Dorong Sinergitas Pemkab Pasaman dengan RSUD

Dia mengatakan, dalam razia itu, personil Satpol PP dan Damkar Pasaman dibantu personil dari Polres Pasaman dan Subdenpom 1/4-4 Pasaman . Penindakan ini dilakukan karena para pedagang tidak mengindahkan himbauan yang telah dibuat oleh Pemkab Pasaman tentang dilarangnya menjual petasan .

Petasan yang kita sita ini jika dilihat berdaya ledak yang cukup tinggi dan telah meresahkan masyarakat khususnya yang sedang menjalani ibadah sholat tarawih,” katanya.

Adapun merk petasan yang berhasil disita oleh personil gabungan seperti merk Hanf Fountain, Roman Candle, Pacuiao, Stick Asap Cracking, Magic Ball, Magical Shoot dan lain sebagainya,” terangnya.

“Ini baru Kecamatan Panti dan Lubuk Sikaping yang kita razia. Untuk kecamatan lainnya telah kita jadwalkan kapan akan bergerak melakukan razia. Dapat ditegaskan, sebelum kita tindak sebaiknya pedagang mentaati aturan yang berlaku. Kalau tidak, bersiaplah untuk merugi, karena dagangan mereka akan kita sita dan dimusnahkan,” tegasnya.

baca juga: Dua Mentri Bakal Ikuti Penobatan Tuanku Bosa Talu XV

Menurut Asmadi, pihaknya akan terus melakukan razia selama 10 hari kedepan. Dia mengatakan, pihaknya akan bertindak tegas kepada pedagang yang berani menjual petasan .

“Razia yang kita lakukan ini untuk menjaga situasi yang aman, tertib dan nyaman di tengah-tengah masyarakat. Apalagi dibulan suci Ramadan ini, kekhusyukan umat islam menjalani ibadah sangatlah tinggi,” ungkapnya.

[Riki Hendra]

baca juga: Subuh-subuh, Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Pasaman

Penulis: Webtorial