Kesbangpol Pasaman Rekrut Pelajar Tingkat SLTA Jadi Kader Anti Narkoba

Kader Anti Narkoba dari kalangan pelajar tingkat SLTA se-Kabupaten Pasaman
Kader Anti Narkoba dari kalangan pelajar tingkat SLTA se-Kabupaten Pasaman (Istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF -- Sebanyak 100 orang siswa tingkat SLTA sederajat se-Kabupaten Pasaman direkrut Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol ) Pasaman untuk menjadi kader anti narkoba .

"Ya benar, kita telah merekrut siswa-siswi tingkat SLTA se- Pasaman untuk dijadikan Satgas kader anti narkoba . Hal ini kita lakukan untuk mengantisipasi peredaran gelap narkoba di Kabupaten Pasaman ," kata Kepala Kesbangpol Pasaman , Afridansyah kepada KLIKPOSITIF , Senin 8 Mei 2017.

baca juga: Polisi Tangkap Pemilik Sabu di Sungai Limau Padang Pariaman

Menurutnya, pembentukan kader anti narkoba ini setidaknya dapat menjadi sebuah strategi jitu dalam menciptakan “People Power” untuk melawan jaringan sindikat peredaran gelap narkotika, karena kader anti narkoba ini telah diberi pengetahuan dan komitmen dalam membentengi diri terhadap penyalahgunaan narkoba .

"Para kader anti narkoba yang kita rekrut tersebut sebelum dikukuhkan, telah kita berikan pelatihan dan pengetahuan tentang jenis-jenis narkoba yang ada. Kita juga telah mendatangkan narasumber dari BNNP Sumbar maupun BNNK Payakumbuh untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba kepada kader kita," katanya.

baca juga: Diguga Terlibat Narkoba, Seorang Oknum Guru PNS Ditangkap Polisi di Pessel

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman telah mempunyai komitmen tegas serta kesungguhan dalam menahan laju agresifitas ancaman narkoba di Kabupaten Pasaman .

"Pembentukan kader anti narkoba ini merupakan salah satu langkah untuk meminimalisir para pelaku narkoba , baik itu dilingkungan masyarakat, maupun dilingkungan sekolah," tuturnya.

baca juga: Kejari Pariaman Musnahkan Barang Bukti

Menurutnya, sebuah bangsa akan hancur jika generasi mudanya rusak. Generasi muda akan rusak, jika semua pihak tidak mampu melakukan pengasuhan dan bimbingan dalam aspek spiritual, nilai dan prilaku keagamaan yang setinggi-tingginya, kepribadian, pikiran maupun prilaku mereka semua.

“Oleh karena itu, kita berkewajiban untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak dari hal-hal yang buruk, terutama menjadi korban penyalahgunaan narkoba ini," ucap Afridansyah.

baca juga: Sembunyikan Sabu di Balik Batu, Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Tanah Datar

Di samping itu, dia juga mengimbau seluruh masyarakat agar dapat mendukung upaya menyelamatkan bangsa dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba .

"Kita sangat berharap, mereka akan menjadi penggerak dan motivator bagi lingkungan sekitar dalam mencegah penyalahgunaan narkoba serta menjadi partner bagi aparat penegak hukum dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ," tutupnya.

[Riki Hendra]

Penulis: Webtorial