Pemko Solok Imbau Masyarakat Jangan Gampang Terpancing Informasi Hoax

Wawako Solok Reinier menandatangani papan komitmen pada Launching Masyarakat Kota Solok Anti Hoax
Wawako Solok Reinier menandatangani papan komitmen pada Launching Masyarakat Kota Solok Anti Hoax (KLIKPOSITIF/SYAFRIADI)

SOLOK KOTA , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota (Pemko) Solok melaunching masyarakat Kota Solok Anti Hoax di Gedung Kubuang XIII Kota Solok . Fenomena informasi Hoax atau palsu ini kerap bersiliweran beberapa waktu terakhir membuat masyarakat resah.

Bingung dengan sumber informasi yang dapat dipercaya, terakhir yang membuat gempar adalah informasi terkait penculikan anak dengan modus orang gila yang merebak Maret lalu. Informasi yang membuat gusar kaum ibu-ibu itu seketika viral di media sosial, mulai dari Facebook hingga Whatapps.

baca juga: PKKMB, Wawako Solok Berikan Motivasi Bagi Mahasiswa Baru UMMY

Postingan atau Pesan dengan format sama namun berbeda wilayah terus bergulir bagaikan bola salju. Reaksi cepat pemerintah dan pihak berwajib mensterilkan informasi tersebut membuat hoax penculikan anak hilang dari peredaran.

Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah termasuk Pemko Solok . Guna menangkal kejadian serupa, seskipun agak terlambat, Pemko Solok melaunching Kota Solok Anti Hoax . Masyarakat diajak untuk lebih cerdas dalam menelaah kebenaran terhadap sebuah isu atau informasi hoax.

baca juga: UMMY Solok Serahkan Rekening Mahasiswa Penerima KIP Kuliah 2021

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Barat, Yeflin Luandri mengatakan, informasi saat ini sudah begitu mudah diakses oleh semua kalangan masyarakat. Dengan adanya teknologi saat ini, masyarakat tidak perlu lagi mencari informasi tapi sudah lansung sampai di genggaman tangan.

"Dengan adanya kemudahan informasi saat ini, masyarakat harus lebih selektif memilih dan memilah informasi apapun yang beredar. Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya atau tidak jepas institusi atau pihak yang bertanggungjawab atas informasi tersebut," ungkap Yeflin Luandri.

baca juga: Kisah Finda Pratiwi, Harumkan Nama Daerah Melalui Olahraga Senam

Menurutnya masyarakat harus lebih bijak memanfaatkan teknologi. Banyak hal positif sebenarnya yang bisa dilakukan dengan media internet melalui gadget maupun smartphone . Bisa sebagai media promosi atau pemasaran usaha hingga menambah pengetahuan tentang berbagai hal dan banyak juga pundi rupiah yang bisa dihasilkan dari internet.

Sementara itu, Wakil Walikota (Wawako) Solok menyebutkan, informasi merupakan sesuatu kebutuhan mendasar dan penting bagi manusia saat ini. Berbagai media dan lembaga atau perorangan terus berlomba-lomba menyediakan berbagai informasi. Sepanjang informasi itu betul dan dapat dipertanggungjawabkan tentu akan bermanfaat.

baca juga: Audiensi, Kepala BP PAUD dan Dikmas Sumbar Datangi Kota Solok

"Kalau tidak ada media informasi, maka masyarakat juga tidak akan tahu dengan program-program pembangunan pemerintah, begitu juga sebaliknya, tanpa media informasi, Pemerintah juga tidak akan tahu keluhan dan persoalan yang ada ditengah masyarakat," sebut Reinier.

Yang perlu diwaspadai, lanjut Reinier, adalah informasi hoax atau bohong yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Karena bisa menimbulkan keresahan dan dampak sosial ditengah masyarakat, masyarakat harus jeli menerima setiap informasi.

Pemanfaatan teknologi sebagai media informasi juga sudah diatur pemerintah melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tersebut masyarakat diajak untuk bijak memanfaatkan teknologi informasi. Jangankan membuat informasi hoax, menyebarkannya juga ikut diancam pidana.

Pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

"Kita harus hati-hati menerima informasi dan juga hati-hati menyebarkan informasi terutama di media sosial, sudah banyak kasus yang menjerat pengguna media sosial yang berujung pada ranah hukum. Jangan sampai kejadian ini juga ada di Kota Kita," ajak Reinier.

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial