16 Sekolah di Kota Solok Terima Bantuan PMT-AS 2017

Sekda Kota Solok Rusdianto memberikan kudapan PMT-AS kepada salah seorang murid SD N 14 KTK
Sekda Kota Solok Rusdianto memberikan kudapan PMT-AS kepada salah seorang murid SD N 14 KTK (Istimewa)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 16 Sekolah mulai dari PAUD, TK dan SD di Kota Solok mendapatkan bantuan Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) untuk tahun 2017. Digulirkannya Program PMT-AS Kota Solok ditandai dengan pencanangan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solok di SDN 14 KTK, Kecamatan Lubuk, Rabu 12 April 2017.

16 Sekolah di 2 kecamatan yang mendapat bantuan tahun ini, terdiri dari 5 buah sekolah SD, 9 Sekolah PAUD dan 2 buah Sekolah TK. Totalnya, ada lebih kurang 900 orang murid yang diberikan bantuan dengan frekuensi sebanyak 108 kali dalam satu tahun ini, dengan indeks masing-masing murid senilai Rp.3.500 setiap pemberian. Total dana yang digelontorkan sebanyak Rp. 340.200.000.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

Kabag Kesra Kota Solok Heppy Darmawan mengatakan, PMT-AS diberikan dalam bentuk kudapan bagi peserta didik, bukan dalam bentuk makanan lengkap seperti nasi dan lauk pauk. Namun bukan pula berupa makanan produk pabrik atau industri seperti susu, roti dan sebagainya.

"Bahan utama PMT-AS diprioritaskan dari hasil pertanian setempat baik beras, umbi-umbian, sagu, jagung yang diperkaya dengan gula aren, santan kelapa dan kacang tanah serta yang paling penting tidak menggunakan bahan pengawet dan pewarna," ungkap Heppy Darmawan.

baca juga: Dianggarkan Lebih Rp2 Triliun, Selisih Tukin Guru dan Dosen Terutang Sejak 2015 sampai 2018 Siap Dibayarkan

Pembuatan kudapan nantinya akan dikerjakan oleh anggota TP-PKK Pokja III pada masing-masing kelurahan yang sekolahnya menerima PMT-AS. Sementara untuk pemberian kudapan dilaksanakan oleh pihak sekolah sesuai jadwal pemberian dan daftar menu yang disiapkan.

Ketua TP-PKK Zulmiyetti Zul Elfian mengatakan, program PMT-AS merupakan program Nasional dalam membentuk generasi yang lebih baik dan lebih unggul. Program ini diprioritaskan bagi sekolah dengan persebaran peserta didik dari keluarga miskin.

baca juga: Pemerintah Buka PTM Terbatas, Namun Madrasah di Zona Merah Dilarang

Dengan dilaksanakan program PMT-AS, diharapkan terjadi penurunan dari tingkat ketidakhadiran peserta didik sehingga terjadi peningkatan pada nilai siswa. Di sisi lain juga diharapkan dengan pemberian bantuan akan menimbulkan sikap dan perilaku bersih serta disiplin dan peningkatan status gizi anak.

"Melalui PMT-AS juga diharapkan membantu perekenomian keluarga kurang mampu dan memancing minat menabung bagi peserta didik sebab kudapan bisa menggantikan jajanan anak didik di sekolah," beber Zulmiyetti Zul Elfian.

baca juga: PTM Secara Terbatas Tidak Diizinkan Bagi Madrasah yang Ada di Zona Merah

Sebelumnya, untuk mengoptimalkan pemberian makanan tambahan bagi murid sekolah ini juga sudah dilakukan orientasi atau pembekalan bagi pemasak sekolah PMT-AS, tepatnya 15 Maret 2017 di Aula Badan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Solok.

"Kita juga sudah memberikan buku panduan teknis serta buku menu kepada tim Koordinasi, pengelolaan dan pelaksanaan PMT-AS. Semoga dapat terlaksana dengan baik dan optimal," tukas Ketua TP-PKK Kota Solok.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto mengingatkan kepada pengelola PMT-AS untuk tetap menjaga kualitas dari kudapan yang diberikan kepada anak. Sehingga kudapan memang disukai dan dinikmati olah anak. Jangan sampai malah dibuang.

"Jangan sampai, di awal-awal pencanangan, kualitasnya kinerjanya bagus, rasanya enak dan disukai oleh anak namun  di kemudian hari malah menurun, Kalau tidak dipertahankan, maka diragukan target yang ingin dicapai tidak akan terwujud," sebutnya.

Ia berharap, sekolah penerima bantuan PMT-AS memanfaatkan bantuan dengan sebaik mungkin sebab tidak semua sekolah menerima bantuan tersebut tahun inu. Melalui pemberian PMT-AS, diharapkan juga akan memacu prestasi anak didik sekolah.

"Gunakan kesempatan ini sebagai momentum membangkitkan gairah belajar anak didik, sehingga prestasi sekolah penerima bantuan juga meningkat dan kita doakan menjadi sekolah unggul kedepannya," tutupnya. (Khadijah)

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial