Sepi Pengunjung, Puluhan Pedagang Pasar Kuliner Mengadu ke Wawako Solok

Puluhan pedagang mengadukan nasib mereka ke Wakil Walikota Solok.
Puluhan pedagang mengadukan nasib mereka ke Wakil Walikota Solok. (Istimewa)

SOLOK KOTA, KLIKPOSTIF -- Puluhan pedagang kaki lima yang di relokasi sejak beberapa bulan terakhir ke Pasar Kuliner Jalan Cengkeh, mendatangi Kantor Balaikota Solok untuk mengadukan nasib mereka kepada Wakil Wali Kota (Wawako) Solok, Senin 6 Maret 2017.

Puluhan pedagang ini mengadukan, nasib mereka pasca di relokasi sejak 5 Januari 2017 lalu yang bisa dibilang tidak berjual beli di lokasi yang baru karena sepinya pengunjung. Sebelumnya para pedagang ini berjualan di sepanjang jalan Sudirman atau depan Taman Syech Kukut.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

"Boleh dikatakan tidak berjual beli disana dek, pengunjung sepi, bahkan banyak pedagang yang tidak jual beli sama sekali" ungkap Jen Feri (49) pedagang Es, Mie telur kepada KLIKPOSITIF di Kantor Balaikota Solok.

Para pedagang mengaku, penghasilan merekan turun drastis hingga 80 persen, bahkan ada kalanya tidak jual beli sama sekali, padahal berdagang selama ini dijadikan sebagai mata pencaharian guna menghidupi keluarga.

baca juga: Jamin Keamanan Pangan, Pemko Sediakan Pondok Uji Gratis di Pasar Raya Solok

Menurut Feri, awalnya ada sekitar 45 orang pedagang makanan yang direlokasi ke pasar Kuliner namun saat ini hanya tinggal sekitar 25 orang saja karena banyak yang memilih tidak berdagang akibat minimnya pembeli yang datang.

Minimnya pengunjung ke Pasar Kuliner ini, disinyalir akibat masih banyaknya pedagang kuliner lain yang masih bebas berjualan di pinggir jalan sehingga pembeli lebih suka berbelanja di pinggir jalan tersebut dari pada masuk ke kawasan pasar kuliner. Apalagi banyak masyarakat yang belum tahu kalau jalan Cengkeh jadi Pusat Kuliner.

baca juga: Kasus Covid-19 Kota Solok Bertambah Sembilan, Enam Diantaranya Kontak Erat

"Kami juga butuh makan dek, sementara sejak kami dipindah kesini kami tak berjualan, rata-rata kami minjam uang batak untuk modal berdagang, dengan apa akan kami angsur," beber Bapak 3 Anak asal Berok, Kelurahan PPA Kota Solok.

Para pedagang berharap, Pemerintah Kota (Pemko) Solok secara tegas menertibkan semua pedagang yang masih bisa berjualan di pinggir jalan kawasan sepanjang kawasan pasar raya Solok, sehingga semua pedagang kuliner terpusat di jalan Cengkeh sehingga kesempatan berjual beli sama dirasakan pedagang.

baca juga: Kelurahan Berprestasi Sumbar 2021, Tanjung Paku Wakili Kota Solok

Hal tersebut juga diamini pedagang lainnya, Son (38) yang biasa berjualan roti Pizza. Menurutnya, semenjak pindah ke jalan Cengkeh penghasilannya menurun drastis. Biasanya, kalau berjualan di depan taman ia mempu berjualan sekitar 1 juta sehari.

"Sejak pindah ke jalan cengkeh, Jangankan bisa berpenghasilan setengah dari biasanya, untuk dapat uang 200 ribu saja susah," ungkap warga Aro yang sudah belasan tahun berjualan roti pizza ini.

Para pedagang yang berjumlah sekitar 25 orang ini, lansung disambut hangat oleh Wawako Solok Ir. Reinier, Asisten Bidang II Jefrizal, Kabag Humas Nurzal Gustim, Sekretaris Satpol PP Gusmanri serta dinas terkait lainnya.

WawakoSolok mengatakan sangat menghargai dan mengapresiasi cara pedagang yang menyampaikan keluhan dan keinginannya dengan baik dan santun. Apalagi juga ada surat yang keluhan yang diberikan lansung oleh perwakilan pedagang.

" Pemko Solok akan terus berupaya untuk mensosialisasikan pasar kuliner melalui berbagai iven sehingga masyarakat tahu dan tertarik berkunjung ke Pasar Kuliner tersebut," Ujar Wawako Solok.

Menurut Reinier, Pedagang dialihkan ke kawasan jalan Cengkeh karena secara aturan tidak boleh berjualan di pinggir jalan dan pihak Pemko juga sudah ditegur oleh pihak Provinsi, terkait menjamurnya pedagang kaki lima di sejumlah ruas jalan Kota Solok.

Pemko tidak serta merta berlepas tangan pasca relokasi pedagang, untuk meramaikan dan mensosialisasikan pasar kuliner kepada masyarakat, pihak Pemko sudah mulai merintis beberapa iven untuk meramaikan pasar tersebut seperti Pementasan Seni Budaya Sumarak Anak Nagari dan sekaligus penutupan Lomba Desain Batik Khas Kota Solok beberapa waktu lalu.

Bukan hanya bertatap muka, pada kesempatan itu, para pedagang juga melayangkan surat resmi terkait keluhan mereka lansung kepada Wali Kota, Wawako Solok, DPRD Kota Solok, serta dinas tekait lainnya agar memperhatikan nasib mereka. (Khadijah)

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial