Sosialisasi UU Perlindungan Anak, Wawako Solok: Jangan Ada Kekerasan di Sekolah

awako Solok Reinier saat menyampaikan sosialisasi UU Perlindungan Anak
awako Solok Reinier saat menyampaikan sosialisasi UU Perlindungan Anak (Istimewa)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Anak semestinya dipandang sebagai aset yang tak ternilai harganya bagi keluarga, lingkungan dan Negara. Sebagai generasi penerus, hak-hak anak harus menjadi prioritas untuk dilindungi agar tercipta generasi yang lebih berkarakter dan lebih baik.

Komitmen pemerintah menghadirkan perlindungan bagi anak tidak hanya termaktub dalam Undang Undang Dasar tahun 1945, namun juga dijabarkan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014 atas perubahan Undang Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Bentuk perlindungan itu bukan hanya dalam kehidupan keluarga dan lingkungan namun juga dalam dunia pendidikan.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

"Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kajahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan pendidik , tenaga kependidikan, sesama peserta didik dan pihak lainnya," sebut Wakil Walikota (Wawako) Solok Reinier mengutip Pasal 9 ayat 1a UU Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014.

Menurut Reinier, anak menjadi kalangan yang paling rentan terhadap eksploitasi dan kekerasan. Tindak kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini semakin sering terjadi. Tidak hanya di lingkungan pergaulan sehari-hari saja, namun kekerasan terhadap anak juga sering terjadi di dalam rumah. Begitupun di bangku sekolah, sering juga terdengar tentang terjadinya kekerasan terhadap para anak murid.

baca juga: Jamin Keamanan Pangan, Pemko Sediakan Pondok Uji Gratis di Pasar Raya Solok

Pemerintah Kota (Pemko) Solok juga akan mengoptimalkan sosialisasi terhadap UU perlindungan anak, agar semua elemen paham dan memiliki satu visi dalam memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak terutama bagi kalangan pendidik dan tokoh masyarakat termasuk kalangan orang tua.

Di hadapan puluhan guru Bimbingan Konseling (BK) dan tokoh masyarakat se-Kota Solok, Reinier menegaskan setiap sekolah di Kota Solok harus mampu menciptakan suasana yang terasa aman dan nyaman bagi anak-anak yang jauh dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

baca juga: Kasus Covid-19 Kota Solok Bertambah Sembilan, Enam Diantaranya Kontak Erat

"Jangan ada kekerasan terhadap anak-anak didik, baik dari tenaga didik, tenaga kependidikan maupun dari sesama anak didik. Oleh karena itu, guru BK memegang peran yang sangat penting di sekolah," beber Reinier, Senin 27 Februari 2017 di Aula SMK N 1 Kota Solok.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Solok Rosavella mengatakan, sosialisasi Undang Undang Perlindungan Anak bagi kalangan dunia pendidikan diharapkan akan memunculkan sinergi antar pihak terkait dalam mengantisipasi kekerasan terhadap anak di sekolah.

baca juga: Kelurahan Berprestasi Sumbar 2021, Tanjung Paku Wakili Kota Solok

"Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan tenaga pendidik maupun masyarakat lebih memahami dan menyadari pentingnya perlindungan terhadap anak, sehingga hak-hak anak bisa terpenuhi sebagaimana mestinya," urai Rosavella.

Anak dalam proses perkembangannya membutuhkan orang dewasa sebagai pedoman dan rambu-rambu dalam bertingkah laku. Oleh karena itu, lingkungan sangat mempengaruhi karakter dan tabiat anak terutama lingkungan keluarga dan sekolah. Maka diperlukan sinergisitas dari semua pihak, baik orang tua, guru maupun masyarakat untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Sosial Kota Solok juga menghadirkan narasumber Mirsal Gani dari Balai Diklat Regional I Sumatera, Kota Padang. (Khadijah)

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial