Wako dan Wawako Solok: Kami Tak Akan 'Pecah Kongsi' di Tengah Jalan

Wako Solok Zul Elfian  dan Wawako Solok Reinier bersama Ketua TP PKK Ny. Zulmiyetti Zul Elfian serta Ketua GOW Ny. Elfia Reinier
Wako Solok Zul Elfian dan Wawako Solok Reinier bersama Ketua TP PKK Ny. Zulmiyetti Zul Elfian serta Ketua GOW Ny. Elfia Reinier (Humas Setda Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Pecah Kongsi di tengah jalan menjadi fenomena yang acap kali terjadi antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Padahal Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah merupakan satu paket yang mesti seiring sejalan dalam menggerakkan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pecah Kongsi ini, mulai dari arus kepentingan politik, pembagian kewenangan hingga masalah yang berkaitan dengan lembaran rupiah yang menjadi hak kedua pihak.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

Mimpi buruk tersebut dibuang jauh-jauh oleh pasangan Walikota (Wako) Solok H. Zul Elfian dan Wakil Walikota (Wawako) Solok Reinier. Kelanggengan Wako dan Wawako menjadi salah satu bagian penting yang musti terus dijaga, seirama dan sejalan.

"Sudah satu tahun lebih saya dan pak Reinier memimpin daerah Kota Solok, hubungan malah kami semakin erat," Ujar Wako Solok saat disinggung satu tahunnya bersama memimpin Kota Solok.

baca juga: Jamin Keamanan Pangan, Pemko Sediakan Pondok Uji Gratis di Pasar Raya Solok

Menurut Zul Elfian, perpecahan dua pimpinan daerah hanya akan menghambat kemajuan pembangunan yang dicita-citakan dan jelas akan merugikan daerah dan masyarakat secara luas. Kerjasama kedua belah pihak tentu menjadi salah satu kunci bergulirnya pemerintahan yang baik.

"Banyak yang bertanya kepada kami, Lai ndak ka pacah ban (Pecah Kongsi) ditangah jalan? (Apakah tidak akan pecah kongsi ditengah jalan?). "Mudah-mudahan itu tidak akan terjadi di masa kepemimpinan kami," tegas Zul Elfian.

baca juga: Kasus Covid-19 Kota Solok Bertambah Sembilan, Enam Diantaranya Kontak Erat

Hal senada juga diungkapkan oleh Wawako Solok Reinier, saling menghargai dan saling percaya satu sama lain menjadi salah satu kunci menjaga kelanggengan sebuah hubungan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

"Semoga saya dan pak wali akan seiring sejalan dalam mewujudkan cita-cita dalam membangun Kota Solok yang lebih baik dan ini sudah menjadi komitmen kami," jelas Reinier.

baca juga: Kelurahan Berprestasi Sumbar 2021, Tanjung Paku Wakili Kota Solok

Terkait isu yang berseliweran di tengah masyarakat dengan mulai merenggangnya hubungan Wako dan Wawako Solok, hal itu ditepis Reinier. Menurutnya, isu-isu tersebut biasa saja sebagai salah satu dinamika politik yang harus disikapi dengan cerdas.

"Komitmen kami sudah jelas sejak memutuskan berpasangan dalam pemilihan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah Kota Solok, dan saya serta pak Wako akan sangat hati-hati menanggapi isu tersebut," tutup Reinier.

Fenomena pecah kongsi di tengah jalan sebenarnya bukan hal yang baru di Indonesia dan lebih banyak terjadi di kalangan Bupati/Walikota dengan Wakil Bupati/Wakil Walikota mereka. Apalagi 2 tahun menjelang berakhirnya masa jabatan.

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial