Penilaian Adipura, Pemko Solok Minta Masyarakat Berperan Aktif

Wawako Solok, Reinier meninjau pelaksanaan Jumat bersih di Taman Syech Kukut.
Wawako Solok, Reinier meninjau pelaksanaan Jumat bersih di Taman Syech Kukut. (istimewa)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Jelang penilaian untuk penghargaan Adipura tahun 2017-2018, Pemko (Pemerintah Kota) Solok terus berbenah diri. Berbagai persiapan terus dilakukan demi mendapatkan penghargaan prestisius tingkat Nasional tersebut.

Adipura merupakan salah satu program Nasional di bidang lingkungan hidup, bertujuan mendorong pemerintah daerah untuk mewujudkan kota bersih dan teduh dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup yang baik.

baca juga: Pengurus GOW Kota Solok Periode 2021-2026 Dilantik

Penilaian di Kota Solok yang rencananya akan dilakukan pada minggu ketiga bulan Februari 2017 ini membuat Pemko Solok tidak hanya tinggal diam. Bahkan Wakil Walikota (Wawako) juga ikut turun guna membenahi sejumlah titik strategis pantauan.

Wawako Solok Reinier yang merupakan Ketua Tim Terpadu mengatakan, seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga jajaran kelurahan harus ikut aktif turun tangan mempersiapkan penilaian Adipura. Dia juga meminta peran serta masyarakat untuk menyukseskan penilaian Adipura 2017-2018.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

Disebutnya, itu bisa dimulai dari lingkungan tempat tinggal sendiri dengan menjaga kebersihan rumah."Penilaian adipura ini tidak ada artinya tanpa peran serta dukungan dari semua pihak terutama dari masyarakat Kota Solok sendiri," sebut Reinier saat disinggung kesiapan Kota Solok mengahadapi penilaian Adipura.

Bahkan, Bagian Humas dan Protokoler Pemko Solok juga tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk ikut menyukseskan penilaian Adipura. Sejak awal Februari lalu, tak henti-hentinya mobil unit suara Bagian Humas selalu berkeliling untuk mengajak masyarakat berpartisipasi mewujudkan lingkungan yang bersih.

baca juga: Sekda Kota Solok Jalani Vaksinasi Covid-19

"Kita minta setiap orang, kelompok, organisasi atau siapapun untuk saling mengingatkan. Demi terwujudnya Kota Solok yang Bersih, Indah, Sehat dan Berseri (Berdasi)," tegasnya.

Persiapan kota Solok bukan hanya jelang penilaian Adipura saja namun ternyata sudah lama dengan diluncurkannya program Jumat Bersih, Sabtu Hijau dan Minggu sehat yang dicanangkan pemerintah Solok Zul Elfian dan Reinier.

baca juga: Akrab Dengan Teknologi, Anak Muda Punya Peluang Besar Mengembangkan Usaha

Setiap pegawai di lingkungan Pemko Solok hingga kelurahan diwajibkan membersihkan lingkungan kerja setiap hari Jumat pagi. Sementara pada sabtu, Pemko Solok membudayakan penanaman pohon di sejumlah lokasi dan lingkungan. Untuk minggu sehat pemerintah mengajak masyarakat untuk ikut olahraga senam pagi.

"Kita akan optimalkan jumat bersih yang sudah sejak lama kita galakkan jelang penilaian Adipura, dengan menyebar Tim Koordinasi yang sudah dibentuk beberapa waktu lalu," sebut Reinier.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sukardi mengatakan masyarakat dihimbau untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Baik sampah rumah tangga, sampah bengkel, bahkan hingga puntung rokok.

Masyarakat juga diminta tidak untuk melakukan pembakaran terhadap sampah. Baik sampah anorganik, apalagi sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos."Kalau memang sampah tersebut tidak bisa dijadikan bahan kompos maka buanglah sampah ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sudah ditentukan," sebut Sukardi.

Menurutnya, masyarakat hanya dibenarkan membuang sampah ke TPS pada jam 18.00 wib hingga jam 06.30 atau sebelum mobil angkut sampah datang ke lokasi TPS. Di luar jam tersebut masyarakat diharapkan tidak lagi membuang sampah ke TPS.

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial