Kota Solok Yakin Capai Surplus Beras Tahun 2017

Wako H. Zul Elfian bersama Kasdim 0309 Solok Mayor (Inf) Supadi dan Kadis Pertanian Jefrizal mengoperasikan Mesin Bajak sebagai tanda pencanangan percepatan olah tanah dan tanam di Kota Solok.
Wako H. Zul Elfian bersama Kasdim 0309 Solok Mayor (Inf) Supadi dan Kadis Pertanian Jefrizal mengoperasikan Mesin Bajak sebagai tanda pencanangan percepatan olah tanah dan tanam di Kota Solok. (istimewa)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Kota Solok menjadi salah satu kota penyangga ketahanan pangan di Sumatera Barat. Meskipun berstatus sebagai kota yang identik dengan perdagangan dan jasa, kota berjuluk 'Kota Beras Serambi Madinah' ini mampu meningkatkan produksi padi bahkan melebihi kebutuhan dalam daerah atau surplus.

Sepanjang tahun 2015 tercatat Kota Solok mampu mencapai surplus produksi beras sebanyak 1.634,79 ton dan meningkat hampir dua kali lipat tahun 2016 dengan surplus beras mencapai 2.234,66 ton.

baca juga: PKKMB, Wawako Solok Berikan Motivasi Bagi Mahasiswa Baru UMMY

"Hal ini memperlihatkan bahwa upaya khusus (upsus) peningkatan produksi beras sudah dapat dicapai di Kota Solok ," ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Solok , Jefrizal saat pencanangan percepatan olah tanah dan tanam serentak padi sawah di kota Solok, Minggu 12 Februari 2017.

Jefrizal juga sangat yakin surplus produksi beras Kota Solok akan bisa terus dipertahankan pada tahun 2017 agar swasembada pangan yang diharapkan dapat terwujud kembali. Diterangkan jefrizal, tahun 2015 luas panen di kota solok mencapai 2.301 hektar dengan produksi sebanyak 13.060,48 ton Gabah Kering Giling (GKG).

baca juga: UMMY Solok Serahkan Rekening Mahasiswa Penerima KIP Kuliah 2021

Sementara di tahun 2016 terjadi peningkatan, luas panen seluas 2.450 hektar dengan produksi sebanyak 13.983,35 ton (GKG). "Tahun 2017, target tanam padi diharapkan bisa mencapai seluas 2.315,32 hektar dengan realisasi sampai tanggal 11 Februari 2017 sudah mencapai 249 hektar dalam artian sudah melebihi target bulanan," beber Jefrizal.

Pemerintah pusat juga telah mencanangkan pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai pada tahun 2017 dalam program upsus peningkatan produksi padi jagung dan kedele (pajale).

baca juga: Kisah Finda Pratiwi, Harumkan Nama Daerah Melalui Olahraga Senam

Di Kota Solok , Upsus tersebut sudah diupayakan sejak tahun 2016 dalam upaya peningkatan produksi padi melalui penerapan teknologi penggunaan pupuk sesuai rekomendasi, penggunaan benih bermutu, pengendalian hama terpadu dan penerapan sistim tanam padi jajar legowo.

"Dengan sistem tanam padi Jajar legowo diyakini mampu meningkatkan produktivitas padi mencapai 20 persen per tahun ," tutupnya.

baca juga: Audiensi, Kepala BP PAUD dan Dikmas Sumbar Datangi Kota Solok

Walikota Solok H. Zul Elfian sangat mengapresiasi capaian surplus beras yang berhasil diraih Kota Solok melalui Dinas Pertanian. Menurut Walikota, pangan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan menjadi indikator bagi ketahanan suatu Negara atau daerah.

"Kita harus serius mempertahankan dan meningkatkan produlsi pangan terutama beras di Kota Solok , usaha ini tidak boleh berhenti dan harus mendapat perhatian utama semua pihak," beber Zul Elfian.

Apalagi, Kota Solok dianugerahi dengan alam yang subur dan sangat cocok untuk areal tanaman padi, wajar bila Kota Solok sangat lekat dengan julukan Kota Beras dengan ciri rasa yang sangat enak.

"Tahun ini, kita berhasil mencapai target, diperlukan kerja keras dan kerjasama terutama pihak-pihak yang bergerak di sektor pertanian," tutupnya.

Namun potensi produksi beras kota Solok masih bisa lebih ditingkatkan melalui upaya intensifikasi pertanian dengan meningkatkan Indeks Tanam rata rata minimal menjadi 3 kali dalam setahun yang saat ini baru 2,7 kali per tahun.

Disamping itu, alih fungsi lahan menjadi tantangan serius bagi pemerintah Kota Solok saat ini ditengah tingginya kebutuhan akan areal pemukiman. Dibutuhkan Perda khusus untuk menjaga keberlansungan lahan produktif dan produksi beras.

[Syafriadi]

Penulis: Agusmanto