Kota Solok Butuh Regulasi Pembatasan Jam Malam

Pemilihan Duta GenRe Kota Solok 2017.
Pemilihan Duta GenRe Kota Solok 2017. (istimewa)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Memagar generasi muda agar terhindar dari pergaulan bebas, Pemko Solok berencana melahirkan aturan tentang pembatasan jam malam bagi remaja, khususnya kalangan pelajar. Selain lemahnya peran orang tua, kenakalan remaja yang menjadi fenomena semakin tak terkontrol akibat belum adanya sebuah regulasi hukum.

"Saya yakin, tidak ada pihak yang tidak setuju dengan regulasi untuk melindungi generasi muda kita dari ancaman-ancaman pergaulan bebas dengan pembatasan jam malam," ungkap Reinier usai membuka Pemilihan duta Genre Kota Solok , Selasa 7 Februari 2017 di SMK N 1 Solok.

baca juga: Pengurus GOW Kota Solok Periode 2021-2026 Dilantik

Menurut Reinier, regulasi hukum tersebut menjadi kebutuhan yang mendesak untuk direalisasikan. Aturan itu akan menjadi landasan yang kuat bagi orangtua dan ninik mamak serta pemerintah dalam mengontrol pergaulan remaja. Ditambahkannya, bukan berarti dengan pembatasan jam malam bagi remaja akan menghambat hal-hal positif, tapi menangkal pergaulan negatif.

"Masih banyak para remaja yang keluyuran saat malam hari. Kondisi ini sangat rentan bagi mereka dan akan cepat terjerumus kepada hal-hal negatif, seperti seks bebas hingga terjerat narkoba," terang Reinier dihadapan pejar dan mahasiswa tersebut.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

Apalagi, posisi Kota Solok yang berada tepat di persimpangan lalu lintas utama di Sumatera Barat, menempatkan kota Solok sebagai tempat persinggahan segala sesuatu, termasuk juga narkoba. Dan saat ini, kalangan remaja menjadi sasaran empuk untuk peredaran narkoba.

Bahkan, diakui Reinier ada sejumlah orangtua yang datang padanya karena sudah tidak sanggup lagi menghadapi anaknya yang ketergantungan narkoba. Untuk antisipasi berkembangnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, Pemko Solok juga sudah melakukan tes rambut dan akan diagendakan secara rutin.

baca juga: Sekda Kota Solok Jalani Vaksinasi Covid-19

"Mudah-mudahan regulasi tersebut bisa cepat kami realisasikan baik dalam bentuk Perwako maupun melalui Perda," tutup Wawako.

Sementara itu, Kasubid Bina Ketahanan Remaja Perwakilan BKKBN Sumbar, Muzhardi mengatakan, selain bisa dengan penguatan secara regulasi. Namun, juga bisa didorong melalui penyuluhan dan pengarahan melalui kegiatan positif untuk menangkal pergaulan bebas di kalangan remaja.

baca juga: Akrab Dengan Teknologi, Anak Muda Punya Peluang Besar Mengembangkan Usaha

Salah satunya melalui program Generasi Berencana (GenRe) yang konsisten mengkampanyekan anti pernikahan dibawah umur, penyimpangan seksual dan anti narkoba. Untuk masing-masing Kabupaten dan Kota nantinya juga akan dipilih Duta Genre.

"Duta GenRe akan menjadi ujung tombak dalam sosialisasi memerangi kenakalan remaja," tutur Muzhardi.

Sementara itu, Plt Kadis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Solok . H.M Safni menerangkan, kegiatan pemilihan Duta GenRe bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku yang positif dalam pengembangan diri serta karakter dan integritas baik di kalangan remaja mahasiswa dan sekolah atau kampus.

Nantinya duta yang terpilih akan mewakili Kota Solok di pemilihan propinsi yang rencananya digelar pada 6-9 April mendatang. "Dalam pemilihan Duta GenRe Kota Solok tahun 2017 kali ini diikuti oleh 24 orang atau 12 pasangan yang terdiri dari 10 orang mahasiswa dan 14 orang dari kalangan pelajar," beber H.M Safni.

[Syafriadi]

Penulis: Agusmanto