Puncak Klasik Kota Solok, Dari Kebun Semangka Jadi Tujuan Wisata

Para pengunjung objek wisata Puncak Klasik.
Para pengunjung objek wisata Puncak Klasik. (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Tren swafoto di tempat wisata menjadi pilihan saat ini bagi para pecinta destinasi liburan, terutama tempat-tempat baru. Hal tersebut menjadi sejumlah lokasi wisata menempatkan tempat berswafoto untuk menarik minat wisatawan. Hanya bermodalkan sebuah smartphone, apa saja bisa dibagi melalui media sosial.

Tren itu pula yang dimanfaatkan oleh para pemilik destinasi wisata menjadi sebuah peluang usaha. Seperti yang dilakukan Ujang (55), warga Kota Solok ini. Bermula dari banyaknya anak muda melakukan swafoto di mobil dan motor yang ditempatkan di ladang semangka miliknya, muncul ide untuk membuat objek wisata berkonsep jadul yang bernama 'Puncak Klasik'.

baca juga: Usaha Kambing Hantarkan Hendra Saputra Wakili Kota Solok di Tingkat Provinsi

"Dulunya kawasan ini hanya bekas kebun semangka," beber Ujang, pengelola wisata Puncak Klasik yang ada di kawasan Tembok, Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok .

Tingginya minat anak muda untuk numpang melakukan swafoto di mobil klasik dan kawasan tanahnya membuka mata Ujang dan keluarganya untuk menjadikannya sebagai sebuah objek wisata. "Rencana awalnya untuk agrowisata, tapi karena banyak yang minat, jadi kita sulap jadi wisata klasik," sebut Ujang.

baca juga: Wawako Solok : Generasi Muda Harus Tetap Produktif di Masa Pandemi

Pantauan KLIKPOSITIF di lokasi, terlihat sebuah mobil klasik landrover keluaran 1944 GL 100 yang sudah dimodifikasi dan juga sepeda ontel. Benda-benda tersebut menjadi objek favorit untuk berfoto ria bagi pengunjung. Disana juga ada pondok yang terbuat dari ilalang dan dijadikan daya tarik Puncak Klasik.

Dari puncak ini, pengunjung bisa menikmati suasana hening yang jauh dari kebisingan sibuknya Kota Solok . Dari lokasi yang tak jauh dari SMAN 4 Kota Solok ini juga tampak bentangan suasana kota alam Bareh Solok dengan masjid Agung Al Muhsinin tampak megah dengan 4 menaranya yang menjulang ke langit.

baca juga: Tekan Dampak Ekonomi, Pemko Solok Salurkan BST dan Beras PPKM

Menurut Ujang, objek wisata tersebut sudah mulai dibuka sejak awal tahun lalu. Pengunjung dari berbagai daerah di Sumatera Barat seperti Padang, Dharmasraya dan lainnya sengaja datang untuk berselfie disana. "Kalau hari libur, sehari bisa mencapai 300 hingga 400 orang pengunjung. Hari biasa juga bisa 100 orang yang datang," terang ujang.

Untuk bisa menikmati Kota Solok dari ketinggian dalam balutan nuansa klasik, pengunjung hanya dipungut biaya Rp5.000, itu sudah termasuk biaya parkir yang dikelola oleh pihaknya. Dia juga bertekat akan mengembangkan objek wisata tersebut dan menambah sejumlah fasilitas menarik demi memuaskan pengunjung.

baca juga: Kota Solok Masuk Wilayah PPKM Level Tiga

"Rencananya kami akan membangun sebuah kapal kayu yang langsung menghadap ke arah pusat Kota Solok ," terangnya.

Para pengunjung bisa menikmati suasana Puncak Klasik ini sejak pagi hingga matahari terbenam. Dengan didampingi 2 orang karyawan, para pengunjung akan merasa terjaga keamanannya selama menikmati libur.

Salah seorang pengunjung, Atika (17) mengaku sengaja datang dari daerah Singkarak bersama teman-temannya hanya untuk berfoto-foto di lokasi tersebut. "Saya baru pertama kali kesini. Ada teman yang memberi tahu di sosial media dan menjadi tertarik untuk datang kesini," ujarnya.

Menurutnya, view yang disajikan di lokasi tersebut sangat menarik. Ditambah lagi ada mobil klasik, motor dan sepeda ontel klasik yang membuat lokasi itu menjadi tambah menarik. "Kalau bisa objeknya diperbanyak lagi dan lokasi sedikit dibenahi agar para pengunjung bisa lebih nyaman," ucapnya.

[Syafriadi]

Penulis: Agusmanto