3 SMP di Kota Solok Siap Ikuti UNBK Tahun 2017

Dinas Pendidikan Kota Solok.
Dinas Pendidikan Kota Solok. (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Pada tahun 2017 ini, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan memperluas penerapan Ujian Nasional Berbasis komputer (UNBK). Baik untuk tingkat SMP/MTs maupun tingkat SLTA atau sederajat. Berbagai daerah juga dituntut untuk mempersiapkan diri jelang pelaksanaan ujian akhir rencananya digelar April 2017 mendatang, termasuk Kota Solok .

Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok , Dodi Osmond menyebut, untuk pelaksaan UNBK tingkat SLTP/MTs tahun 2017 di Kota Solok , belum bisa diterapkan secara menyeluruh di semua sekolah yang ada. "Pelaksanaan UNBK tahun 2017 tingkat SLTP di Kota Solok baru 3 sekolah yang ikut, selebihnya masih dilakukan manual," bebernya.

baca juga: Pengurus GOW Kota Solok Periode 2021-2026 Dilantik

Dijelaskannya, dari 6 SMP dan 2 Tsanawiyah yang ada di kota Solok, baru 3 Sekolah yang akan mengikuti ujian berbasis Komputer diantaranya, SMPN 2 Solok dengan siswa sebanyak 362 orang, SMPN 4 Solok sebanyak 177 siswa dan SMPN 5 Solok sebanyak 173 orang. Kemudian, belum meratanya pelaksanaan ujian berbasis komputer di Kota Solok dipicu oleh masih minimnya fasilitas pendukung untuk ujian.

"Kita masih terkendala dengan peralatan pendukung ujian, makanya sesuai kesepakatan baru 3 sekolah yang bisa kita ikutkan pada tahun 2017 ini," terang Dodi Osmond.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

Untuk pelaksanaannya, nanti akan dipusatkan di dua sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Kota Solok yakni SMKN 1 dan SMKN 2 yang ditunjuk sebagai sekolah sentra pelaksanaan UNBK untuk tingkat SLTP Sederajat. Pelaksanaannya juga akan dibagi menjadi 3 shift, diantaranya ada yang ujian pagi, siang dan sore hari

Dijelaskan Dodi Osmond, sebenarnya secara teknis, ujian dengan menggunakan sistem berbasis komputer lebih mudah dan praktis dibanding ketimbang ujian secara manual dengan menggunakan kertas seperti biasa. Guna mempersiapkan kelancaran pelaksanaan ujian, maka nantinya akan ada tim dari pusat yang akan memverifikasi kondisi komputer dan perangkat lainnya.

baca juga: Sekda Kota Solok Jalani Vaksinasi Covid-19

"Yang paling penting adalah sosialisasi kepada siswa yang akan mengikuti ujian tersebut, maka melalui sosialisasi nantinya diharapkan siswa akan mengerti dan lebih siap menghadapinya. Apalagi, anak-anak sekarang banyak yang pintar menggunakan internet dan memakai teknologi," terang Dodi Osmond.

Penerapan UNBK sendiri santer dikabarkan sangat efektif karena tidak lagi menggunakan media kertas yang kadang terkendala dengan pendistribusiannya, siswa tak lagi bisa mencontek keteman sebelahnya karena soal berbeda. Apalagi, selama ini setiap pelaksanaan ujian Nasional selalu bermunculan berbagai persoalan klasik seperti soal ujian yang bocor, kunci jawaban yang beredar dan sebagainya.

baca juga: Akrab Dengan Teknologi, Anak Muda Punya Peluang Besar Mengembangkan Usaha

Kekhawatiran lain akan terganggunya pelaksanaan ujian berbasis komputer ini adalah resiko listrik padam dan kerusakan peralatan, Dodi Osmond mengaku akan mempersiapkan teknisi dan juga akan menyurati pihak PLN.

Selain penerapan UNBK secara lebih meluas di tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menargetkan penerapannya akan meningkat dan merata tahun 2018 sehingga tahun 2019 sudah benar benar bisa dilaksanakan menyeluruh di Indonesia.

[Syafriadi]

Penulis: Agusmanto