BPJS Kesehatan Solok Target Kepesertaan 100 Persen di 2019

Kanit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS cabang solok, Theo suanda memberikan paparan capaian BPJS Kes Cabang Solok 2016.
Kanit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS cabang solok, Theo suanda memberikan paparan capaian BPJS Kes Cabang Solok 2016. (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Kesadaran masyarakat untuk mendapatkan akses Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Kartu Indonesia Sehat di wilayah BPJS Cabang Solok semakin meningkat. Dari data BPJS Cabang Solok per Desember, tercatat sebanyak 687.254 peserta yang mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS, bertambah dari semester pertama yang tercatat 675.206 peserta.

"Ada peningkatan sebanyak kurang lebih 12.048 orang dalam kurun waktu enam bulan terakhir," ungkap Kepala BPJS Kesehatan Solok Ardiansyah melalui Kanit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Cabang solok, Theo Suanda.

baca juga: Pengurus GOW Kota Solok Periode 2021-2026 Dilantik

BPJS Cabang Solok sebenarnya membawahi enam kabupaten dan kota di Sumatera Barat diantaranya Kota Solok , Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya. Namun, dari angka masyarakat yang ikut kepesertaan JKN-KIS per Desember 2016 tersebut, kalau dikalkulasikan baru 62 persen dari total masyarakat 6 Kabupaten Kota BPJS Cabang Solok yang ikut.

"Dari data dinas kependudukan dan pencatatan sipil, ada sebanyak 1.111. 041 orang masyarakat yang berdomisili di 6 Kabupaten kota, jadi masih ada 38 persen lagi masyarakat yang belum ikut JKN-KIS," terangnya.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

Menurut Theo, salah satu faktor penyebab masih belum tercapainya angka 100 persen kepesertaan JKN-KIS disebabkan karena masih banyaknya badan usaha yang "nakal" dan tidak mendaftarkan karyawannya sebagai peserta. "Tahun 2017 kita targetkan kalangan badan usaha semakin fokus untuk meningkatkan kepesertaan JKN-KIS, kami akan galakkan sosialisasi dan advokasi ke badan usaha," tegas Theo.

Pihaknya juga akan mengupayakan kerjasama integrasi program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan Program JKN-KIS demi tercapainya UHC 2019. "Pada tahun 2019, kami targetkan seluruh masyatakat yang ada di wilayah BPJS Kesehatan Solok sudah ikut dalam program JKN-KIS," jelasnya.

baca juga: Sekda Kota Solok Jalani Vaksinasi Covid-19

Tingkat Kepatuhan Pembayaran Iuran masih Rendah
Sementara, sepanjang tahun 2016, BPJS Kesehatan Cabang Solok berhasil mengimpun iuran sebesar Rp126.024.606.112. Dari total iuran tersebut yang memiliki kolektibilitas pembayaran terendah masih berasal dari segmen Peserta Bukan Penerima upah (PBPU) hanya sebesar 44, 45 persen.

"Artinya, hanya 44,45 persen yang patuh membayar kewajiban iuran sementara 55,55 persen lainnya masih tersendat," ungkap Theo.

baca juga: Akrab Dengan Teknologi, Anak Muda Punya Peluang Besar Mengembangkan Usaha

Hal ini menjadi tantangan serius bagi Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional. Bagaimana mengajak pemberi kerja untuk mendaftarkan karyawannya untuk ikut program JKN-KIS. Disisi lain juga bagaimana meningkatkan kesadaran peserta untuk membayarkan kewajibannya tiap bulan.

"Mari kita saling bahu membahu mewujudkan indonesia yang sehat dan mencapai cakupan menyeluruh tahun 2019. Dengan gotong royong, semua tertolong," tutup Theo.

[Syafriadi]

Penulis: Agusmanto