Sumarak Anak Nagari, Lestarikan Seni Tradisi Kota Solok

Wakil Walikota Solok, Reinier membuat design motif batik secara simbolis.
Wakil Walikota Solok, Reinier membuat design motif batik secara simbolis. (Humas Pemko Solok.)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Seni tradisi menjadi salah satu kekayaan budaya daerah yang diwariskan oleh leluhur. Seni yang kaya akan nilai dan makna ini seolah semakin pudar digerus zaman. Jika tidak dilestarikan, generasi mendatang hanya akan mendengar ceritanya saja.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Walikota Solok, Reinier saat membuka Pagelaran Seni Sumarak Anak Nagari, Sabtu 28 Januari 2017 malam di Taman Syech Kukut, Kota Solok .

baca juga: Pengurus GOW Kota Solok Periode 2021-2026 Dilantik

"Kita harus tetap melestarikan, menggali dan mengembangkan kekayaan budaya dan seni tradisi yang dimiliki, jangan tenggelam ditelan zaman," ujar Reinier di hadapan ratusan masyarakat.

Seni tradisi baik seni silat, tari, musik dan lainnya jangan hanya tersimpan oleh kalangan orang yang tua-tua saja, tapi harus diwariskan kepada generasi muda. Kalau tidak diwariskan, akan hilang seiring bergantinya generasi.

baca juga: Positif Covid-19 Kota Solok Bertambah 11 Kasus, Empat Orang ASN

Oleh karena itu, beber Reinier, menjadi kewajiban semua pihak untuk mendorong bagaimana pelestarian kekayaan yang tak ternilai harganya ini. Pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, niniak mamak dan pihak terkait lainnya juga memiliki peran untuk membantu pengenalannya.

Dalam kegiatan perdana Sumarak Nagari tahun 2016 ini menampilkan berbagai kesenian dari berbagai kelurahan di Kota Solok , mulai dari tari piriang dama togok, tari kreasi, tari piriang diatas kaca dan atraksi lainnya.

baca juga: Ratusan Napi Nikmati Pertunjukan Seni Budaya di Lapas Pariaman

Pada kesempatan itu, juga dilakukan launching lomba design motif batik khas Kota Solok . Launching ini ditandai dengan pelukisan motif batik simbolis yang dilakukan oleh Wakil Walikota Solok Reinier, Ketua DPRD Yutriscan dan Bundo Kanduang Milda Murniati dan disaksikan undangan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok , Elvy Basri mengatakan, Sumarak Anak Nagari ini merupakan media menumbuh kembangkan minat generasi muda terhadap seni tradisi anak nagari yang dimiliki daerah. "Ini akan menjadi perhatian bersama, bagaimana mengakomodir dan memfasilitasi sanggar seni tradisi yang ada di Kota Solok ," ungkapnya.

baca juga: Sekda Kota Solok Jalani Vaksinasi Covid-19

Ketua DPRD Kota Solok , Yutriscan juga sangat mengapresiasi program pengembangan seni tradisi yang diinisiasi oleh pemerintah Kota Solok ini. Program pengembangan seni tradisi tersebut harus terus dikembangkan.

"Kita harus bangga dengan kekayaan budaya dan seni tradisi Kota Solok , kami dari DPRD akan mendukung program Pemko Solok dalam pengembangan seni tradisi, wisata dan program pembangunan lainnya," ungkap Yutriscan.

Terkait keberadaan Taman Syech Kukut sebagai nama Ruang Terbuka Hijau yang selama ini dikenal dengan Taman Kota Solok diharapkan dapat menjadi magnet tersendiri dalam menumbuhkan wisata dan perekonomian kota Solok.

"Pemberian nama RTH Kota Solok merupakan kesepakatan bersama DPRD, Pemko Solok, tokoh masyarakat, tokoh adat dan lainnya. Sehingga lahirlah nama Taman Syech Kukut ini," kenang Yutriscan.

Usai pembukaan, datanglah saat yang ditunggu-tunggu. Pertunjukan seni tradisi daerah Kota Solok yakni, tari kreasi Sanggar Lubuak Nan Tigo membuka langkah Sumarak Anak Nagari.

Yang unik, dalam Sumarak Anak Nagari kali ini adalah penampilan seni tari piriang Dama Cogok. Tari piriang yang dibawakan oleh 10 orang gadis belia ini ternyata merupakan tari piring khas Kota Solok . Dalam tari tersebut, para gadis ini selain menggunakan pakaian penari, mereka juga menggunakan songkok Nasional di kepalanya.

Nah, letak uniknya adalah dari songkok ini. Diatasnya, ditaruh lampu teplok (dama cogok) yang dinyalakan api. Lampu teplok ini tidak dilekatkan di atas peci. Namun, berkat ketelatenan dan keseimbangan penari lampu menyala tersebut tidak jatuh ke lantai meskipun mereka melakukan gerakan lincah diiringi talempong, rabana, gendang dan lainnya.

Tari piring dama cogok ini sudah mengantarkan Sanggar Lubuak Saiyo ke tingkat Nasional dan ikut festival tari Indonesia di Lombok. Hal yang patut dibanggakan tari ini adalah sudah diakui Balai Budaya sebagai tari warisan dari Kota Solok .

[Syafriadi]

Penulis: Agusmanto