DPRD Kota Solok Sahkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Wako Solok Zul Elfian menerima nota kesepakatan Perda yang telah disahkan DPRD Kota Solok.
Wako Solok Zul Elfian menerima nota kesepakatan Perda yang telah disahkan DPRD Kota Solok. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Dua rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang kawasan tanpa rokok dan penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak disahkan menjadi produk hukum daerah kota Solok .

Persetujuan dan pengesahan Perda tersebut dilakukan melalui sidang paripurna DPRD Kota Solok , Senin (24/2/2020). Sidang dipimpin langsung ketua DPRD, Yutriscan dan didampingi wakil ketua, Efriyon Coneng serta Bayu Kharisma.

Sidang yang dilangsungkan di ruang utama DPRD kota Solok juga dihadiri langsung Wali Kota (Wako) Solok , Zul Elfian, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan berbagai organisasi masyarakat yang hadir.

Baca Juga

Menurut Yutris Can, dua produk hukum yang disahkan sudah melalui kajian dan pembahasan bersama pihak terkait sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada.

Pihaknya meminta pemerintah daerah untuk segera mensosialisasikannya kedua Perda pada masyarakat dan instansi terkait, sehingga masyarakat bisa memahami aturan yang dilahirkan.

"Jangan sampai masyarakat kita tidak tahu dengan aturan yang dilahirkan, terutama soal kawasan tanpa asap rokok apalagi tidak sedikit masyarakat kita yang perokok," sebutnya.

Dalam Perda tentang kawasan tanpa rokok terdapat 26 pasal dan secara umum mengatur kawasan-kawasan publik yang dilarang untuk merokok, sementara Perda penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak ada 52 pasal.

Wali Kota Solok , Zul Elfian mengatakan, kedua Perda yang disahkan melalui lembaga dewan merupakan sebuah bentuk upaya dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat.

Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok secara khusus memberikan perlindungan pada masyarakat yang tidak merokok agar tidak terpapar asap yang membahayakan terutama kalangan tertentu.

"Kandungan racun yang ada dalam rokok beresiko memicu berbagai penyakit seperti kanker dan lainnya, terlebih lagi, perokok pasif menanggung resiko yang lebih tinggi," sebutnya.

Terkait Perda tentang perlindungan perempuan dan anak dilahirkan untuk memperkuat aturan yang ada dan meminimalisir segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ada di kota Solok .

Baca Juga

Editor: Khadijah