BKOW Sumbar Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak Bencana Solsel

Ketua BKOW Sumbar Ny. Wartawati Nasrul Abit menyerahkan bantuan bagi korban bencana Solsel kepada Asisten III Bidang Administrasi Umum Hamdani Rabu, 15 Januari 2020.
Ketua BKOW Sumbar Ny. Wartawati Nasrul Abit menyerahkan bantuan bagi korban bencana Solsel kepada Asisten III Bidang Administrasi Umum Hamdani Rabu, 15 Januari 2020. (KLIKPOSITIF/Kaka)

SOLSEL, KLIKPOSITIF - Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Barat (Sumbar) Ny. Wartawati Nasrul Abit serahkan bantuan bagi korban terdampak bencana Solok Selatan (Solsel) yang terjadi beberapa bulan belakangan.

"Hari ini kami membawa Pakaian layak pakai sebanyak enam dus, Buku mata pelajaran dan alat tulis 50 paket untuk pelajar, serta sembako sebanyak 253 paket", kata Ny. Wartawati di aula Kantor Bupati Padang Aro, Rabu (15/01).

Dia mengungkapkan keinginannya untuk dapat menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada para korban, namun karena kondisi tidak memungkinkan hal itu urung dilakukan.

Baca Juga

"Kami berharap bantuan ini nantinya benar-benar sampai kepada masyarakat kita yang berhak menerimanya," harapnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan saat penyerahan bantuan ia juga didampingi oleh Ketua Organisasi Istri Bank Pembangunan Daerah (Isbanda) Ny. Rita Syafrizall dan Ketua Persatuan Istri-Istri Sarjana Ekonomi Indonesja (PIISEI) Sumbar

"Saat ini ada 52 organisasi se-Sumbar yang tergabung dalam BKOW", terangnya.

Sementara itu, Bupati Solok Selatan yang diwakili oleh Asisten III bidang Administrasi Umum Hamdani menyampaikan terima kasih atas bantuan dari BKOW Sumbar tersebut.

Dia mengungkapkan Solok Selatan adalah daerah yang dilalui sesar Sumatera, dialiri sungai-sungai dan berbukit.

"Kondisi tersebut menjadikan daerah ini rawan bencana gempa banjir dan longsor, yang berakibat pada perlambatan ekonomi masyarakat,"katanya.

Ia melanjutkan diawal tahun 2019 terjadi gempa dengan magnitude 5,3 dan diakhir tahun terjadi banjir dan longsor.

Akibat banjir dan longsor tersebut imbuhnya, setidaknya 2.016 kepala keluarga terdampak dengan kerugian Rp61 miliar lebih.

"Tentu dengan kondisi demikian kami sangat berharap bantuan dari semua pihak, terutama pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota tetangga", ujarnya. [Kaka]

Editor: Khadijah