Untuk Ketiga Kalinya, Kota Solok Raih Swasti Saba Wistara

"Alhamdulillah, ini sebuah berkah bagi kita semua, pemerintah dan masyarakat kota Solok"
Mendagri Tito Karnavian menyerahkan penghargaan Swasti Saba Wistara kepada Wawako Solok, Reinier (Humas dan Protokol Pemko Solok)

KLIKPOSITIF -- Untuk ketiga kalinya, Kota Solok kembali menerima Swasti Saba Wistara. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Mentri Dalam Negri, Tito Karnavian kepada Wakil Walikota (Wawako) Solok, Reinier, Selasa (19/11) di ruang Sasana Bhakti Kemendagri, Jakarta.

Swasti Saba Wistara merupakan penghargaan tertinggi di bidang kesehatan lingkungan yang diberikan pada daerah yang berperan aktif dalam mensinergikan program dan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan kabupaten/kota sehat.

Ditemui usai menerima penghargaan, Wawako Solok, Reinier mengaku sangat bersyukur dengan kembali dipertahankannya penghargaan Swasti Saba Wistara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

"Alhamdulillah, ini sebuah berkah bagi kita semua, pemerintah dan masyarakat kota Solok. Kita bersama-sama telah berhasil mempertahankan penghargaan tertinggi dibidang kesehatan lingkungan dari perintah pusat," sebut Reinier.

Diakui Reinier, peran serta dan andil masyarakat sangat besar dalam mewujudkan kota Solok menjadi kota yang sehat. Kesamaan visi masyarakat dan Pemda dalam mewujudkan kota sehat tergambar dari Forum Kota Sehat dan berbagai programnya.

Forum Kota Sehat (FKS) mampu menjembatani, menjalin kerja sama antar masyarakat, pemerintah dan pihak swasta. Juga dapat menjadi wadah dalam menampung aspirasi masyarakat soal kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan.

"Kota Sehat secara sederhana dapat diartikan sebagai kota yang situasi dan kondisinya menjamin seluruh penduduknya agar dapat melaksanakan tugas dan aktivitas masing-masing merasa aman, nyaman, sehat dan produktif," papar Reinier didampingi Kadiskes dr. Ambun Kadri, Ketua FKS, Ilzan Sumarta dan Kabag Humas, Nurzal Gustim.

Kedepan, Kota Solok tengah merancang program “Healthy City” (Kota Sehat), hal ini sejalan dengan adanya Peraturan Bersama Mendagri dan Menteri Kesehatan No. 34 Tahun 2005 dan No. 1138/Menkes/PB/VIII/2005 tentang ... Baca halaman selanjutnya