Wabup Ajak Anak Bangsa Jadi Pahlawan Masa Kini

"Memaknai Hari Pahlawan 10 November 2019 ini, diharapkan jadi momentum kebangkitan semangat seluruh anak bangsa khususnya generasi muda Solsel, teruslah bangkitkan semangat dan berinovasi untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat"
Wakil Bupati Solok Selatan ajak seluruh anak bangsa menjadi Pahlawan masa kini, saat menjadi inspektur upacara peringatan hari pahlawan ke 74 di halaman Kantor Bupati Solok Selatan di Padang Aro, Senin, 11 November 2019 (KLIKPOSITIF/Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Wakil Bupati Solok Selatan (Solsel) Abdul Rahman mengajak seluruh anak bangsa khususnya generasi muda di daerah itu untuk menjadi pahlawan masa kini.

"Memaknai Hari Pahlawan 10 November 2019 ini, diharapkan jadi momentum kebangkitan semangat seluruh anak bangsa khususnya generasi muda Solsel, teruslah bangkitkan semangat dan berinovasi untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat," ajak Abdul Rahman saat membacakan amanat Menteri Sosial RI pada upacara peringatan Hari Pahlawan ke 74, di Padang Aro, Senin, 11 November 2019.

Menjadi pahlawan masa kini jelasnya, bukan lagi dengan bertempur dan berperang fisik senjata atau bambu runcing. Tapi berkontribusi aktif menjaga NKRI, berkarya bagi bangsa, melawan berbagai sikap intoleransi yang berpotensi memecah belah bangsa, sudah termasuk sikap seorang pahlawan.

"Jika dahulu, semangat kepahlawanan ditujukan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa. Sekarang untuk menjadi pahlawan itu bisa dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan. Memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Membawa nama Indonesia harum di mata internasional," jelasnya.

Selain itu imbuhnya, menjadi pahlawan masa kini juga dapat dilakukan dalam bentuk aksi nyata memperkuat keutuhan umat beragama dan Saling menolong antar sesama anak bangsa yang terkena musibah.

Peringatan hari pahlawan ini diharapkannya jadi momentum meningkatkan kesadaran semua pihak terutama generasi milenial, untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat.

Diantara bentuk rasa cinta tanah air itu katanya, Tidak melakukan provokasi yang dapat menggangu ketertiban umum. Tidak menyebarkan berita hoaks dan tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya.

"Terus meneruslah berupaya memupuk nilai kepahlawanan, agar tumbuh subur dalam hati dan sanubari segenap masyarakat Indonesia. Serta lebih menghargai jasa dan pengorbanan para ... Baca halaman selanjutnya