Motivasi Pegawai, Wako Solok Serahkan STBM Award

Walikota Solok Zul Elfian serahkan penghargaan STBM Award dari Kemenkes RI kepada Kadis Kesehatan, Ambun Kadri.
Walikota Solok Zul Elfian serahkan penghargaan STBM Award dari Kemenkes RI kepada Kadis Kesehatan, Ambun Kadri. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KOTA SOLOK -- Walikota (Wako) Solok Zul Elfian menyerahkan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2019 kepada Kepala Dinas Kesehatan, Ambun Kadri, Senin (14/10) di Halaman Bappeda.

Penyerahan penghargaan nasional di hadapan seluruh aparatur dilingkungan pemerintah kota Solok tersebut, menurut Zul Elfian, diharapkan bisa menjadi motivasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

baca juga: Update Perkembangan COVID-19 di Kota Solok, 280 PPT Masih dalam Pantauan

"Pengakuan dalam bentuk penghargaan dari pemerintah pusat harus menjadi bekal semangat bagi seluruh aparatur untuk bekerja lebih baik lagi kedepannya dalam bekerja dan melayani masyarakat," sebut Zul Elfian.

Diakui Zul Elfian, memang pada dasarnya, penghargaan bukan menjadi tujuan utama, akan tetapi merupakan sebuah bentuk motivasi untuk mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi.

baca juga: Lamang Hitam, Kuliner Unik dari Talang Babungo

"Yang paling sulit adalah mempertahankan apa yang telah diperoleh, jadikan penghargaan ini sebagai tanggungjawab untuk lebih baik kedepannya, jangan terlena dengan yang telah dicapai," sebut Zul Elfian mengingatkan.

Selain itu, Zul Elfian juga menegaskan, penghargaan yang diperoleh oleh pemerintah kota Solok bukan hanya kerja keras dari aparatur pemerintah namun juga tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat.

baca juga: Jelang Lebaran, ASN Pemko Solok Berbagi Paket Sembako

Pihaknya berharap, kota Solok terus tumbuh menjadi kota sehat dengan menjalankan pilar-pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang mengedepankan kemandirian dan perubahan sikap serta perilaku.

Mulai dari gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengolahan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PS-RT), dan Pengamanan Limbah Cair.

baca juga: Kasus COVID-19 di Kotobaru Solok, 60 Orang Negatif, 3 Orang Uji Ulang

Gerakan SBS di kota Solok telah dilakukan sejak tahun 2015 silam. Pemerintah daerah merangkul pihak terkait untuk melakukan pemicuan kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk Buang Air Sembarangan terhadap kesehatan.

"Dengan dukungan pemerintah dan komitmen lintas sektor, Kota Solok bisa 100% mengakses jamban sehat dalam rangka mensukseskan gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan) pada akhir Desember 2018 lalu," tutup Wako.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah