Garap Destinasi Unggulan, Pemko Solok Terus Kembangkan Wisata Agro Payo

Wako Solok Zul Elfian dan Wawako Reinier saat meninjau kawasan Agro Payo.
Wako Solok Zul Elfian dan Wawako Reinier saat meninjau kawasan Agro Payo. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Pengembangan wisata agro menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Solok dalam meransang kunjungan wisatawan ke kota Solok . Sejumlah destinasi terus dibenahi untuk mendorong terwujudnya visit kota Solok 2020.

Salah satu potensi yang terus digarap pemko Solok adalah wisata agro Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok . Setidaknya, pengembangan daerah tersebut sudah dimulai sejak 2016 lalu. Selain memiliki pemandangan yang bagus, kawasan Payo miliki potensi untuk pertanian.

baca juga: Pemko Solok Bagikan Sembako Bagi Relawan

Kedua daya tarik itu dipadukan dalam konsep wisata agro. Secara perlahan, kawasan Payo tumbuh menjadi destinasi baru yang lengkap. Payo memang sebelumnya diketahui sebagai pusat pengembangan kopi dan bunga Krisan. 

Akses untuk menuju kawasan wisata agro Payo secara berkelanjutan dibenahi sehingga bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Pengunjung bisa menikmati perjalanan yang cukup menantang.

baca juga: Tenggelam di Embung, Seorang Pelajar Solok Meninggal Dunia

Besarnya potensi tersebut disadari betul oleh Zul Elfian dan Reinier, untuk menambah daya tarik Payo, Pemerintah kota Solok mengalokasikan anggaran untuk membangun menara pandang di puncak Payo.

Nantinya, dari menara pandang tersebut, pengunjung bisa menikmati pemandangan luar biasa. Kawasan danau Singkarak bisa terlihat jelas dari menara tersebut. Apalagi kota Solok yang berada di kawasan dataran rendah.

baca juga: Tagana Kota Solok Kembangkan Budikdamber, Alternatif Usaha di Tengah Wabah Corona

Menurut Walikota (Wako) Solok Zul Elfian, dengan pembenahan kawasan wisata agro, tingkat kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara bisa meningkat ke kota Solok . Nantinya, efek ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Dengan adanya kawasan wisata agro Payo, Masyarakat harus bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada, baik melalui usaha ekonomi mikro maupun melalui produk-produk pertanian yang dihasilkan," ungkap Zul Elfian, Senin (23/9).

baca juga: Kota Solok Gelar Kompetisi Inovasi New Normal, Hadiahnya Puluhan Juta

Dijelaskannya, melalui dinas terkait, masyarakat kawasan Payo juga sudah dibekali dengan berbagai pemahaman soal usaha yang ada, termasuk budidaya bunga Krisan dan pengembangan kopi Payo sebagai kekayaan potensi pertanian lokal.

Kedepannya, diharapkan petani lokal dapat membangun usaha-usaha yang memanfaatkan produk lokal. Bagaimana wisatawan bisa langsung mencicipi seduhan kopi Payo langsung di lokasi wisata.

"Wisatawan tidak hanya bisa melihat bagaimana kopi Payo dihasilkan dari lahan pertanian yang ada, tapi bisa mencicipinya langsung di lokasi, selain itu, wisatawan juga bisa memakan jagung bakar, rebus pisang, gorengan maupun makanan ringan yang dibuat dari hasil pertanian lokal," sebutnya.

Di sisi lain, dengan bertumbuhnya kawasan wisata agro sawah Solok jiga bisa mendukung keberadaan kawasan agro Payo, ditambah dengan adanya sejumlah destinasi wisata lainnya akan semakin melengkapi sajian wisata kota Solok .

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah