Tingkatkan Pengawasan, Pemko Solok Kupas Soal Keamanan Pangan

"menurut hasil laporan uji laboratorium yang telah dilakukan pada komoditi hasil pertanian dan pangan segar, banyak dijumpai residu pestisida"
Staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan, M. Safni membuka seminar keamanan pangan di kota Solok. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Menindaklanjuti Permentan RI nomor 53 tahun 2018 tentang keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan, dinas ketahanan pangan kota Solok menggelar seminar keamanan pangan, Rabu (18/9) di Gedung Kubuang Tigo Baleh.

Menurut Walikota Solok Zul Elfian melalui staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan, M. Safni, masyarakat harus memahami dan membiasakan diri mengkonsumsi pangan yang aman.

Pangan yang dikonsumsi bebas dari segala cemaran seperti cemaran biologis, kimia, benda lain yang dapat menganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat.

Dalam undang-undang pangan Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan disebutkan penyelenggaraan pangan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pangan secara mandiri, menyediakan pangan yang beraneka ragam dan memenuhi persyaratan mutu dan gizi.

Namun, ulasnya, di era kemajuan zaman yang serba instan, masyarakat dituntut waspada dan hati-hati dengan pangan yang akan dikonsumsi. Pastikan bahan pangan yang dikonsumsi memenuhi unsur keamanan.

Dikatakannya, menurut hasil laporan uji laboratorium yang telah dilakukan pada komoditi hasil pertanian dan pangan segar, banyak dijumpai residu pestisida, namun, masih tergolong dibawah angka Batas Maksimum Residu (BMR) terhadap pestisida.

"Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh pihak terkait, sampai saat ini, pangan yang beredar di Kota Solok ini masih tergolong aman untuk dikonsumsi," terang M. Syafni.

Pihaknya meminta semua pihak terkait agar selalu bergandengan tangan dan bekerjasama sesuai dengan tanggungjawabnya dalam menjamin keamanan dan kesehatan pangan yang beredar di masyarakat.

Dengan pangan yang sehat dan gizi seimbang, memacu pertumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan unggul. Mutu pangan dan kesehatan pangan sangat mempengaruhi generasi yang ... Baca halaman selanjutnya