ASN Kota Solok Dibekali Pemahaman Soal Gratifikasi

"Kita terus berupaya memberikan edukasi pada setiap pejabat dan ASN untuk bisa membentengi diri dari rayuan atau bujukan segalanya macam bentuk gratifikasi"
Sosialisasi pencegahan gratifikasi untuk ASN Pemko Solok oleh pihak Kejaksaan Negri Solok (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Meminimalisir potensi praktek gratifikasi dalam sistem pelayanan, Inspektorat kota Solok menggelar sosialisasi pencegahan gratifikasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Solok, Rabu (18/9).

Walikota (Wako) Solok Zul Elfian melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, M.Syafni, mengatakan, peluang terjadinya gratifikasi di kalangan ASN memang menjadi perhatian pemerintah.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, pemerintah bersama pihak terkait gencar melakukan sosialisasi sebagai bentuk upaya pencegahan. Praktek gratifikasi atau pemberian atas jasa pelayanan yang diberikan menjadi akar terjadinya tindak korupsi.

"Kita terus berupaya memberikan edukasi pada setiap pejabat dan ASN untuk bisa membentengi diri dari rayuan atau bujukan segalanya macam bentuk gratifikasi," sebut M. Syafni di Aula Bappeda kota Solok.

Sejumlah sentra pelayanan memang sangat rentan tersandung praktek gratifikasi. Tidak dipungkiri, banyak masyarakat yang melakukan gratifikasi untuk melancarkan berbagai urusan. Jika pemberian itu dibiarkan terus akan besar dampaknya pada pelayanan.

"Pegawai Negri dilarang menerima hadiah yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewenangannya, aturannya sudah jelas, dan itu perlu dipahami seluruh aparatur," terang M. Syafni.

Pihaknya mengingatkan ASN, Untuk memahami segala aturan dan regulasi terkait dengan tugas dan kewenangannya. Jangan sampai, hal-hal kecil dan dianggap biasa malah berujung menjadi persoalan hukum.

"Pahami tugas dan fungsi serta berbagai regulasi yang berkaitan dengan jabatan. Pelayanan yang prima terhadap masyarakat ... Baca halaman selanjutnya