Wawako Solok Nobatkan Rang Mudo dan Puti Bungsu Kota Solok 2019

Wawako Solok Reinier memasangkan salempang tanda dinobatkannya Rang Mudo dan Puti Bungsu kota Solok 2019
Wawako Solok Reinier memasangkan salempang tanda dinobatkannya Rang Mudo dan Puti Bungsu kota Solok 2019 (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Setelah melalui seleksi yang ketat, Febrizal dan Afifah Khairunnisa akhirnya dinobatkan sebagai Rang Mudo dan Puti Bungsu Kota Solok Tahun 2019, para pemenang pemilihan Rang Mudo dan Puti Bungsu sekaligus menjadi duta budaya kota Solok 2019.

Sementara itu, Juara 2 berhasil diraih Bintang Marcelino dan Aulia Nanda, Juara 3 Aditia Pratama dan Mutiara Laviona, Harapan I Rivo Fernando dan Nia Mustika, Harapan II Niko Pratama dan Afifah Al Husna, serta Harapan III Ramadhan T dan Dila Agnesa.

Kadis Pariwisata kota Solok Elfi Basri mengatakan, Rang Mudo dan Puti Bungsu harus pandai mengaji, berbahasa Minangkabau dialek Solok dan wajib tahu kebudayaan salingka nagari dan sabatang panjang tentang minangkabau.

Baca Juga

Selain itu, Rang Mudo dan Puti bungsu juga harus menguasai keterampilan sebagai anak mudo dalam hal memainkan permainan anak nagari seperti seni beladiri silek, tari piriang dan lainnya.

"Masing-masing peserta pemilihan Rang Mudo dan Puti bungsu duta budaya kota Solok 2019 merupakan perwakilan dari seluruh kelurahan dan pelajar SLTA yang ada di kota Solok. Semuanya telah menjalani rangkaian seleksi yang ditetapkan," ungkap Elfi Basri.

Penobatan Rang Mudo dan Puti Bungsu kota Solok dilakukan langsung wakil Wali kota Solok Reinier. ditandai dengan pemasangan salempang dan penyerahan piagam di Rumah Gadang Siti Rasyidah Simpang Denpal, Sabtu (24/8)

Di sela kegiatan, Wakil Wali Kota Solok Reinier mengatakan, sesuai dengan amanat undang-undang nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, menggali dan melestarikan adat budaya daerah.

"Ini tugas kita bersama, tidak saja pemerintah daerah dan tokoh pemangku adat, namun juga masyarakat luas. Adat dan budaya daerah harus tetap dilestarikan dan diwariskan pada generasi penerus," sebut Reinier.

Selain pembinaan kelompok-kelompok seni budaya, perlu juga disediakan wadah bagi pelaku seni dan budaya, seperti event Sumarak Anak Nagari ini yang memang sudah menjadi agenda rutin pemerintah kota Solok.

Melalui Sumarak Anak Nagari, setidaknya akan memantik semangat pelaku seni dan budaya untuk terus berkreasi, dan memperkenalkan budaya dan seni tradisional Minangkabau pada generasi muda.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah